Listrik Padam Massal, Infrastruktur Pembangkit PLN Belum Andal?

Foto: Reuters

PLN berdalih pemadaman aliran listrik di Jabodetabek akibat gangguan sejumlah pembangkit di Jawa akibat trip yang dialami oleh Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya, sedangkan Gas Turbin 7 saat ini sedang dalam posisi mati (off). Selain itu, gangguan juga terjadi pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon.

Selain di Jabodetabek, pemadaman listrik akibat gangguan Transmisi SUTET 500 kV juga terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi, dan Bogor.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan,” ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka melalui keterangan kepada media.

Hingga berita ini ditulis, perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan pihaknya tengah melakukan pemulihan jaringan listrik usai pemadaman yang terjadi meluas, Minggu (4/8). PLN menyebut pemulihan listrik di DKI Jakarta akan berlangsung selama tiga jam ke depan.

“Mudah-mudahan di DKI, kira-kira tiga jam lagi segera pulih,” kata Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (4/8).

Sementara untuk wilayah Banten dan Jawa Barat diperkirakan butuh waktu empat hingga lima jam.

“Untuk wilayah Banten dan Jawa Barat akan memakan waktu empat hingga lima jam,”ujar Cahyani.

Untuk wilayah DKI Jakarta, kata Cahyani, dilakukan proses pemulihan jaringan listrik dari Jawa Timur yang distabilkan daya melalui PLTA Cirata dan Saguling. Pada pukul 16.27 WIB aliran listrik sudah masuk ke pusat bantuan PLN Gandul yang akan diteruskan ke PLTGU Muara Karang.

“Kita memerlukan waktu karena perjalanan tadi ke PLTGU Muara Karang,” ujar Cahyani.

Pihaknya mengklaim terus memimpin proses recovery dari kantor pusat sebagai pengatur beban.

“Dari sini kita bisa memantau listrik dari timur ke barat untuk men-suplai pasokan di barat,” kata Cahyani.

“Mudah-mudahan enggak lewat dari pukul 00.00 WIB. Kami berupaya untuk me-recovery sistem listrik kami,” ujar Cahyani. 

Usai kejadian ini, PLN menyebut akan jadi bagian dari proses improvement, baik dari sisi kesisteman dan sebagainya.

Gangguan Transportasi Publik

Akibat listrik padam, berdasarkan siaran pers tertulis dari Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin, Tim Operation Control Center (OCC) MRT mendeteksi empat kereta ratangga terhenti diantara stasiun bawah tanah dan saat ini dalam proses evakuasi. Pintu Platform Screen Door (PSD) dibuka secara manual untuk proses evakuasi.

“Tim Operasi dan Pemeliharaan saat ini memastikan seluruh proses evakuasi berjalan dengan aman. Informasi detail akan kami informasikan lebih lanjut. MRT Jakarta menempatkan aspek keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama kami,” ujar Kamaluddin.

Bahkan, sekitar 3500 penumpang kereta Commuter Line sempat tertahan di tengah jalur perlintasan karena listrik padam yang menyebabkan kereta tak bisa beroperasi. Sebanyak 3.500 penumpang tersebut kini sudah dievakuasi.

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wiwik Widayanti mengatakan evakuasi berlangsung dengan lancar dalam waktu kurang dari 60 menit.

“Dalam waktu kurang dari 60 menit evakuasi berlangsung dengan tenang dan aman karena pengguna dapat mengikuti arahan dari petugas sesuai SOP tanggap darurat,” kata Wiwik di Kantor KCI, Jakarta Pusat, Minggu (4/8).

KCI mencatat ada tujuh kereta yang tengah berada di jalur rel antar stasiun saat listrik padam sekitar pukul 11.48 WIB. Selain tujuh kereta di jalur lintas antar rel, sebanyak 16 kereta juga terhenti di Stasiun.

Vice President Operasi KCI Broer Rizal mengatakan rata-rata satu kereta yang terhenti di jalur lintas itu berisi 500 penumpang. Maka itu jika ditotal dari tujuh kereta yang terhenti terdapat 3.500 penumpang.

Adapun tujuh kereta yang terhenti di jalur itu adalah tiga kereta di lintas barat yaitu akan memasuki Stasiun Parung Panjang. Dua kereta di lintas Selatan yaitu mau memasuki Stasiun Tebet dan Stasiun Cilebut.

Gangguan Jaringan Telepon

Pemadaman listrik memang tak hanya mengacaukan sistem transportasi publik, tapi juga jaringan telepon. Hal tersebut diakui beberapa provider penyedia jasa komunikasi.

“Sehubungan dengan padamnya aliran listrik di sejumlah wilayah di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa timur, layanan XL Axiata ikut terdampak dan berimbas pada menurunnya kualitas layanan di wilayah tersebut,” ujar Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communication XL Axiata.

“Kondisi jaringan Telkomsel, hingga saat ini kami masih menginventarisir jumlah perngkat jaringan yang terkena dampak penurunan kualitas akibat gangguan ini dan memastikan back up power berfungsi secara maksimal,” kata Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin.

“Telkom berupaya untuk menjaga kualitas layanan melalui back up sistem catuan listrik ke seluruh perangkat telekomuniasi,” ungkap Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo.

Rugikan Konsumen dan Investasi

Terkait perkara pemadaman listrik ini, YLKI menyesalkan terjadinya pemadaman listrik secara total di wilayah Jabodetabek, bahkan area Jabar lainnya. Hal ini bisa menjadi tengara bahwa infrastruktur pembangkit PT PLN belum handal.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, program pemerintah seharusnya bukan hanya menambah kapasitas pembangkit PLN, tetapi juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PT PLN, dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transmisi, gardu induk, gardu distribusi, dan lain lain.

“Padamnya listrik, apalagi di Jabodetabek, bukan hanya merugikan konsumen residensial saja tetapi juga sektor pelaku usaha. Dan hal ini bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta dan bahkan Indonesia. Kalau di Jakarta saja seperti ini, bagaimana di luar Jakarta, dan atau di luar Pulau Jawa?,” kata Tulus dikutip keterangannya. (*)