LMS Lakukan 3E untuk Kurangi Angka Kecelakaan

Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), tepatnya di KM 133 Jalur A dan B, Indramayu, Minggu (28/7/2019) (Foto. Warganet)

MAJALENGKA – Setiap tahunnya PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku Operator Jalan Tol Cikopo Palimanan (Cipali) yang telah memiliki Sertifikat Layak Operasi (SLO) dan telah memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) selalu meningkatkan pelayanan dan mutu bagi pengguna jalan.

Terkait dengan adanya beberapa kecelakaan di jalan tol Cipali, LMS menerapkan konsep “3E” yaitu
Enginering, Enforcement, dan Education. Hal itu bagian dari upaya menurunkan tingkat kecelakaan yang ada di Jalan Tol Cipali.

Vice President Director PT Lintas Marga Sedaya Firdaus Aziz menyebutkan, Enginering dimaksud karena LMS telah melakukan pemasangan Wire Ropes sepanjang 16 KM, pemasangan 10 KM Guardrail, pemasangan Rumble Dot pada bagian dalam maupun luar jalan sepanjang 32 kilometer. Kemudian melakukan pemasangan WIM (Wight in Motion) di 2 lokasi dan pemasangan lampu strobo di 5 titik rawan kecelakaan.

Terkait Enforcement, bersama dengan pihak kepolisian daerah setempat dan dishub, LMS rutin mengadakan Operasi Speed Gun setiap dua bulan sekali. Kemudian melakukan sosialisasi kepada pengemudi bus dengan pengecekan rem kendaraan, melakukan operasi Over Dimention Over Load Vehicle (ODOL), di mana banyak pengguna jalan tol khususnya yang golongan 4-5.

“Serta Education sendiri, LMS terus melakukan kampanye keselamatan berkendara di semua event yang diadakan oleh LMS, seperti Cipali Festival, Bazaar Ramadhan, safety induction bersama dengan Kementrian Perhubungan,” paparnya.

Sosialisasi dalam penyebaran flyers ke pangkalan truk atau bus. Pihaknya juga selalu memasang imbauan dalam bentuk spanduk yang berisikan kampanye keselamatan berkendara. Kampanye itu di sosialisasikan melalui seluruh videotron yang ada di semua gardu Jalan Tol Cipali, Variable Messege Sign (VMS) serta twitter dan instagram @lintasmarga.

Menurutnya sesuai dengan visi dan misi LMS menjadi role model bagi perusahaan pengelola jalan tol di Indonesia demi meningkatkan pelayanan prima dan berkelas.

Ke depan LMS akan terus melakukan perbaikan melalui program 3E dan selalu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah, Kementerian Perhubungan, BPJT dan stakeholder lainnya. Beberapa perbaikan yang dilakukan berupa pemasangan Wire Rope sepanjang 18 kilometer, Rumble Dot dengan total sepanjang 56 kilometer, 6 buah lampu strobo, guardrail sepanjang 3,1 kilometer.

“Sementara sebagai bagian dari program penghijauan, pada Januari 2019 LMS bersama dengan group Astra melakukan Sinergi Penghijauan Cipali dimana kurang lebih sebanyak 6.000 pohon ditanam di lahan sekitar 20 hektar di area Interchange dan median. Jalan tol Cipali yang merupakan bagian dari jalan tol Transjawa diharapkan membawa peranan penting dalam proses distribusi barang dan jasa yang berdampak pada sektor perekonomian di Indonesia, khususnya Pulau Jawa,” tambah Firdaus.

Selain itu, LMS juga mengoptimalkan layanan untuk para pengemudi truk dengan membangun warung khusus driver pada setiap rest area. Dengan keberadaan warung dengan harga yang lebih terjangkau dan tempat istirahat gratis diharapkan pengemudi truk jarak jauh bisa beristirahat lebih baik. Demikian juga pada event tertentu, LMS bekerja sama dengan dinas kesehatan menyediakan pemeriksaan gratis untuk mengetahui tingkat kesehatan para pengemudi. (ono/rls)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait