Longsor dan Banjir Bandang Terjang Padahurip

LONGSOR-PADAHURIP
BERLUMPUR: Banjir bandang membawa lumpur dan material di Dusun Tajur, Desa Padahurip, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan. Foto: Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Selatan Kabupaten Kuningan menyebabkan musibah tanah longsor dan banjir bandang di Desa Padahurip, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan, Minggu (6/1). Akibatnya satu rumah warga rusak tertimbun dan dua unit motor terbawa hanyut.

Berdasarkan informasi dihimpun, musibah tanah longsor dan banjir bandang tersebut menimpa permukiman warga di Dusun Tajur, Desa Padahurip. Sebuah rumah yang ditempati Dasinah (60) seorang diri, tertimbun material tanah longsor. Selain itu, sekitar 10 rumah tergenang air limpasan dari Sungai Leuweung Cina hingga mencapai 1 meter.

“Hujan turun sangat deras sejak pukul 12.30 WIB. Kejadian pertama tanah longsor menimpa rumah Ibu Dasinah hingga dipastikan hilang. Beruntung saat itu pemilik rumah sedang ada di luar memberi pakan kambing, sehingga tanah longsor tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Sedangkan banjir bandang menyusul kemudian terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, menyebabkan sekitar 10 rumah warga tergenang air lumpur,” ungkap Pjs Kades Padahurip Dede Herdiana kepada Radar Kuningan melalui sambungan telepon.

Dede mengatakan, musibah banjir bandang terjadi akibat meluapnya aliran Sungai Leuweung Cina yang membawa material kayu dari hutan di atasnya. Diduga, derasnya hujan menyebabkan banyak pohon yang tumbang dan terbawa aliran sungai kemudian menimbulkan sumbatan di sekitar pemukiman warga.

“Rumah yang terdampak adalah yang berada di RT 12,13,14 dan 15. Banjir bandang menghanyutkan kolam-kolam ikan warga dan menggenangi lebih dari 10 rumah warga hingga setinggi 1 meter, bahkan ada warga yang melaporkan kehilangan motor akibat terbawa arus sungai,” ujar Dede.

“Warga bersama aparat desa dan dari Polsek dan Koramil langsung bahu membahu membersihkan material kayu yang berserakan di sekitar aliran sungai. Termasuk petugas dari BPBD sudah tiba di lokasi ikut membantu evakuasi sekaligus melakukan assesement dan pendataan,” ungkap Dede.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengungkapkan, musibah banjir bandang dan longsor di Desa Padahurip menyebabkan satu rumah warga rusak berat. Kemudian dua motor hilang serta 28 rumah warga terancam.

Sebagai upaya tindakan darurat bencana, BPBD sudah mengirimkan tim assesement ke lokasi bencana dan bersama-sama warga melakukan pembersihan lingkungan dari material material longsor.

“Tanah longsor juga menyebabkan akses jalan menuju Dusun Surian nyaris putus sepanjang 20 meter. Selain itu ada 28 rumah warga terancam longsor. Sehingga untuk antisipasi kemungkinan longsor susulan semua penghuninya diungsikan ke tempat yang lebih aman,” ungkap Agus.

Agus mengatakan, ada beberapa titik lokasi longsor yang belum mendapat penanganan karena pertimbangan cuaca dan waktu yang tidak memungkinkan. Oleh karena itu, Agus merencanakan penanganannya akan dilakukan Senin ini dengan mengerahkan lebih banyak personel.

“Ada jalan yang tertimbun longsor setinggi 3 meter dengan panjang mencapai 25 meter. Untuk penanganannya kami baru bisa lakukan besok (hari ini, red),” ucap Agus. (fik)