Longsor di Galian C Gunung Kuda Disebut sebagai Kelalaian Kerja

Pergeseran Batu Picu Longsor

Kondisi galian C Desa Cipanas, Dukupuntang, saat terjadi longsor Selasa lalu (9/7). FOTO:DOK.RADARCIREBON.COM
Kondisi galian C Desa Cipanas, Dukupuntang, saat terjadi longsor Selasa lalu (9/7).FOTO:DOK.RADARCIREBON.COM

CIREBON-Peristiwa longsornya bebatuan di Galian C Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, disebut karena kelalaian kerja. Pergeseran bebatuan saat proses penggalian memicu longsor. Kejadian pada Selasa (9/7) itu menewaskan operator alat berat bernama Dede Priyana (24) warga Blok II, Wanggunwangi, Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang.

Berdasarkan hasil assessment Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, longsor terjadi diduga karena ada pergeseran batu saat korban sedang bekerja sebagai operator beko. “Jadi bukan karena faktor alam, melainkan diduga karena kelalian dalam bekerja. Pasalnya, saat kejadian tidak terjadi hujan maupun angin,” terang Kepala BPBD Kabupaten Cirebon Dadang Suhendar.

Pihaknya saat itu langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan assesment. “Dan dari hasil assessment, memang adanya bencana longsor. Namun bencana ini disebabkan karena adanya pergeseran batu yang dilakukan oleh pekerja. Sekali lagi, ini bisa dikatakan sebagai kecelakaan kerja. Diduga karena kelalaian,  karena saat terjadi longsor tidak ada angin dan hujan. Cuaca juga panas,” jelasnya.

Dadang mengaku, pihaknya hanya melakukan sebatas ranah BPBD untuk mengecek lokasi karena merasa semata-mata kepedulian terhadap korban. Namun,  untuk santunan kepada korban, ia mengatakan itu dikembalikan ke yayasan tempat korban bekerja. “Untuk pemberian bantuan kita kembalikan ke pihak yayasan yang mempunyai kewaenangannya. Karena ini murni kecelakaan kerja, sehingga santunannya pun diberikan oleh pihak yayasan,” ujarnya.

Sementara itu, meski sudah 3 hari terjadi longsor, pihak kepolisian masih bungkam dengan terjadinya kecelakaan kerja di Galian C tersebut. Saat ditemui Radar Cirebon, Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Kartono Gumilar enggan memberikan keterangan detail terkait kecelakaan tersebut. “Kan sudah naik beritanya. Itu saja. Lainnya (perkembangan penyelidikan, red) belum,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, Dede Priyana tertimbun longsor saat bekerja di lokasi itu, Selasa (9/7). Kepergian Dede menyimpan cerita pilu bagi keluarga. Istrinya bernama Titin Maryani (22) saat ini sedang mengandung anak pertama dan tinggal menunggu persalinan. “Kasihan Mas, istrinya lagi mengandung 9 bulan. Sekarang lagi momen nunggu lahiran saja,” tutur Mandor Desa Cipanas, Suharjo.

Diketahui, Dede bekerja sebagai operator beko Galian C milik Yayasan Al Azhariyah. Hari itu sekitar pukul 13.30 WIB, saat Dede mengoperasikan beko, tiba-tiba Tanah bercampur batu hingga menimbunnya.

“Korban panik, keluar dari beko. Akibatnya, tangan dan bagian badan sebelah kanan tertimbun. Kalau saja masih di dalam beko, mungkin nasib berbeda karena yang tertimbun hanya bagian depan beko. Korban asli warga Cipanas, cuma istri di Girinata. Dimakamkan di pemakaman Desa Girinata,” tandasnya. (cep)