Mabes Polri Benarkan Komjen Mochammad Iriawan Diperiksa TGPF Terkait Kasus Novel Baswedan

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo

JAKARTA-Mabes Polri membenarkan Komjen Pol Mochammad Iriawan telah diperiksa Anggota Pakar Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedanbeberapa waktu yang lalu saat melakukan investigasi penyelidikan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pemeriksaan Iriawan kapasitasnya sebagai Kapolda Metro Jaya yang pada waktu itu menyelidiki kasus penyerangan yang dialami Novel Baswedan. Pasalnya pada saat kasus itu terjadi, Iriawan menduduki jabatan Kapolda Metro Jaya dengan Inspektorat Jenderal (Irjen).

“Iriawan diperiksa) terkait dengan jabatan Kapolda Metro yang dari awal menyelidiki kasus ini kan Polda Metro,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Menurut Dedi, TGPF hanya mengklarifikasi terkait perkembangan penyelidikan yang dilakukan dari awal hingga pelaku penyerangan terhadap Novel tak kunjung terungkap.

“Pemeriksaan sifatnya klarifikasi terkait masalah penyelidikan dari awal hingga kini yang diketahui,” jelasnya.

Dedi membantah bahwa pemeriksaan Iriawan terkait materi kasus Novel Baswedan yang diduga ada keterlibatan jenderal polisi sebagai aktor intelektual. Apalagi menyangkut keterlibatan Iriawan dalam kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Ia menegaskan bahwa Iriawan ditanya soal penyelidikan yang sudah dilakukan, untuk dilanjutkan oleh TGPF dalam rangka mengungkap kasus tersebut.

“Nggak ada kaitannya dengan itu. Terkait mekanisme penyelidikan yang dilakukan,” tegasnya.

Hasil pemeriksaan anggota Pakar juga sudah disampaikan ke tim KPK yang bergabung dengan TGPF. Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi karena penyelidikan bersifat terbuka.

“Tim itu gabungan dari KPK juga. Pasti menginfokan updatenya sudah disampaikan,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, anggota Pakar TGPF Hendardi mengatakan bahwa salah satu perwira bintang tiga yang pernah diperiksa adalah Iriawan.

Menurut Hendardi, pemeriksaan terhadap Iriawan, karena diyakini pernah berkomunikasi dengan Novel Baswedansebelum peristiwa penyiraman terjadi.

“Kalau orang diperiksa itu biasa saja  sebagai saksi. Hubungannya apa? Misalkan Novel pernah ke Polda (Metro Jaya), Pak Iriawan juga pernah kunjungi Novel, sebelum atau sesudah kejadian. Itu yang kami periksa,” ujar Hendardi beberapa hari yang lalu.

Sementara itu Komjen Iriawan membantah pernah diperiksa TGPF dalam kasus penyiraman Novel Baswedan. Ia mengaku hanya diklarifikasi oleh tim pakar terkait pertemuan dirinya dengan Novel Baswedan.

“Sebetulnya gak diperiksa. Kalau diperiksa itu di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), ini di klarifikasi. Jadi dia (anggota pakar TGPF) tanya kenapa Novel?, saya bilang pernah ke kantor saya, karena dia (Novel) kan bekas polisi junior saya. Kebetulan orang dekatnya dia ada haji Arif namanya, itu anak buah saya waktu dia masih menjadi anggota di Polda Metro,” kata Iriawan saat dihubungi wartawan, Kamis (11/7/2019).

“Nah TGPF mungkin nanya, Novel pernah ketemu pak Iriawan, itu yang saya jelaskan ke TGPF jadi saya klarifikasi,” sambungnya. (*)