Mahathir Surati Jokowi soal Kabut Asap

mahathir
PROTES: Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, protes keras terkait kabut asap lintas perbatasan dari Indonesia ke Malaysia. Karena itu, Mahathir dalam waktu dekat akan mengirimkan surat kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Foto: AP

KUALA LUMPUR – Kondisi kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi Sumatera dan Kalimantan masih terus berlangsung. Selain kerugian materil karena lahan yang terbakar, peristiwa ini juga mengganggu negara tetangga, khususnya Malaysia.

Untuk itu, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, akan mengirimkan surat kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), sebagai ungkapan kekhawatiran soal kabut asap pada lintas-perbatasan.

Surat soal kabut asap dari Mahathir untuk Jokowi ini, diungkapkan oleh Menteri Lingkungan Malaysia, Yeo Bee Yin. Ia mengatakan, surat akan dikirimkan segera.

“Saya telah berdiskusi dengan Perdana Menteri dan beliau sepakat untuk menulis surat kepada Presiden Jokowi untuk menarik perhatiannya pada isu kabut asap lintas-perbatasan,” ungkap Yeo Bee Yin, Jumat (13/9).

Yeo menambahkan, bahwa kantor PM Malaysia sedang mempersiapkan surat itu dana akan dikirimkan dalam waktu dekat.

Dalam tanggapan terhadap nota diplomatik Malaysia, otoritas Indonesia membantah sebagai negara satu-satunya yang menyebabkan kabut asap di Malaysia.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meminta Malaysia bersikap objektif dalam melihat persoalan kabut asap. Menurut dia, asap yang menyelimuti beberapa wilayah di negara tersebut tidak hanya disebabkan oleh kebakaran hutan di Indonesia.

“Saya hanya meminta mereka (Malaysia) bersikap objektif dan logis dalam analisis data mereka,” kata Siti.

Dia mengatakan, kebakaran hutan terjadi di beberapa bagian Malaysia, seperti Serawak dan Semenanjung Malaysia.

Selain itu, kebakaran pun melanda lahan perkebunan sawit yang dikelola setidaknya empat perusahaan Malaysia di Indonesia. Perusahaan itu, antara lain Sime Indo Agro yang berbasis di Kalimantan Barat, unit perkebunan Sime Darby; Sukses Karya Sawit, unit IOI Corporation; Rafi Kamajaya, unit TDM Berhad dan Adei Plantation and Industry yang berada di Riau.

Siti menilai, kebakaran-kebakaran tersebut turut berkontribusi atas memburuknya kualitas udara di negeri jiran itu. Dia mengatakan, tidak memiliki waktu untuk berpolemik. “Saya lebih tertarik bekerja menangani dan mengatasi kebakaran yang saat ini meliputi area cukup besar,” ujarnya.

Diketahui bahwa kebakaran lahan melanda sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan selama lebih dari sebulan terakhir. Pemerintah Indonesia telah mengerahkan ribuan personel untuk memadamkan kebakaran lahan, yang biasanya dipicu oleh aktivitas ‘pembersihan’ lahan untuk perkebunan. (der/rts/fin)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait