Malam Takbiran, Rumah Warga Desa Jambar Kuningan Terbakar

Rumah Emi (alm) di Desa Jambar, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan terbakar saat malam takbiran Idul Adha, Minggu (11/8), pukul 00.10 WIB. FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN
Rumah Emi (alm) di Desa Jambar, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan terbakar saat malam takbiran Idul Adha, Minggu (11/8), pukul 00.10 WIB.FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Nasib malang dialami tiga anak Emi (alm) di Desa Jambar, Kecamatan Kadugede, yang harus kehilangan rumahnya akibat terbakar saat malam takbiran Idul Adha, kemarin (11/8) pukul 00.10 WIB.

Berdasarkan informasi dihimpun, awal kebakaran diketahui oleh seorang bocah bernama Dika (12) yang kebetulan melintas usai melakukan akbiran, melihat kobaran api membakar bagian dapur rumah dan seketika berteriak meminta tolong warga.

Seketika warga sekitar pun berhamburan keluar dan membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Beruntung tiga penghuni rumah berhasil keluar dan menyelamatkan diri sebelum api menghanguskan seluruh bangunan rumah.

Sayangnya kejadian kebakaran tersebut baru dilaporkan ke petugas Damkar Kuningan sekitar pukul 01.00 WIB, ketika api sudah melahap seluruh bangunan rumah. Disayangkan lagi, saat satu unit kendaraan pemadam tiba di lokasi kejadian ternyata posisi rumah berada di gang kecil sehingga tidak memungkinan kendaraan masuk mendekati titik api.

“Saat petugas datang pun kebakaran sudah meluluhlantakan seluruh bangunan. Keberadaan rumah yang terbakar di dalam gang kecil dan sulit untuk kendaraan masuk memaksa kami harus memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR),” ungkap Plt Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti menyayangkan.

Akibat kebakaran tersebut, kata Khadafi, seluruh bangunan dan isinya hangus terbakar tak bersisa sehingga penghuni rumah harus mengalami kerugian materil hingga mencapai Rp110 juta. Atas kejadian tersebut, mengharuskan tiga anak Emi (alm) untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya. “Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik di bagian atap. Kebakaran menyebabkan seluruh bangunan hangus terbakar beserta isinya dengan total kerugian ditaksir Rp 110 juta,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Khadafi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap setiap potensi kebakaran seperti instalasi listrik, selang regulator gas di dapur dan tungku kayu bakar atau pembakaran sampah di lahan yang kering. Khadafi pun mengimbau kepada seluruh aparat desa untuk menyediakan sarana dan prasarana untuk penanganan kebakaran seperti ketersediaan APAR, hydran dan lainnya. (fik)