Masalah Sosial Baru dari Kehamilan Tak Diingingkan, Lahir Lalu Dibuang

ILUSTRASI-BAYI

CIREBON-Panti asuhan menjadi tempat untuk ”menitipkan” anak yang tidak dikehendaki kelahirannya. Meski dalam beberapa kasus, justru berakhir tragis. Bayi-bayi malang ini seolah lahir, untuk ”dibuang”.

Pagi itu, 22 Januari 2018, warga Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, mendadak geger. Ada penemuan bayi laki-laki di tempat sampah. Tepatnya di Jalan Nuri VII Perumnas Utara. Bayi yang tali pusarnya belum terpotong itu, kemudian dievakuasi ke Puskesmas Larangan.

Belakangan diketahui ibu bayi malang itu masih duduk di bangku SMP. Ia terpaksa membuang darah dagingnya, karena kehamilan yang tidak diinginkan. Delapan bulang berselang, giliran Dasimah (45) warga Blok Sikrupak yang dikejutkan dengan suara tangisan di depan sebuah gudang. Ia panik dan memanggil warga untuk sama-sama mencari sumber suara. Tak lama berkeliling, rupanya ada bayi berjenis kelamin laki-laki di atas mesin atau alat pembuat jaring.

Kondisinya kesehatanya stabil, tetapi sekujur tubuhnya terdapat ruam. Oleh warga, bayi yang diperkirakan baru berumur empat hari tersebut kemudian diamankan di puskesmas setempat. Bayi itu dibuang karena kehamilan yang tidak diinginkan.

Di Kota Cirebon, yang tercatat pemberitaan media memang hanya dua kasus itu. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon Kota tak punya data soal ini. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A), juga tidak merekap kejadian macam ini. Kalaupun ada, sebatas laporan. Namun, rentetan kasus ini menjadi indikasi. Meningkatnya kehamilan tidak diinginkan, karena hubungan “gelap”.

Halaman: 1 2 3