Masyarakat Kawasan Pesisir Perlu Perhatian Pemerintah

IMG-20170928-WA0005
Suasana kampung nelayan di Pesisir.FOTO: DOK.RADARCIREBON.COM

CIREBON-Kawasan pesisir di Kabupaten Cirebon perlu diperhatikan secara serius. Mengingat, perikanan menjadi salah satu mata pencaharian nelayan sebagai tumpuan baru perekonomian masyarakat Kabupaten Cirebon.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon H Suminta mengatakan, pantai yang terbentang di daerah utara merupakan kekayaan alam yang harus dikembangkan dengan luas, mengingat pengembangannya selama ini belum optimal.

“Dengan potensi sumber daya perikanan laut yang besar tersebut, diperlukan sebuah peta jalan atau road map yang jelas dan terukur. Agar tujuan akhir yang diinginkan dapat tercapai, yakni kesejahteraan nelayan,” ujar pria yang akrab disapa Iyum itu kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, peningkatan infrastruktur di bidang perikanan pun perlu dilakukan. Penataan kawasan pantai dengan lebih terukur dan terencana, dan menetapkan zona kawasan industri, pelabuhan barang tangkapan nelayan, petani garam, dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, secara terpadu dan konsisten.

Di sisi lain, kata Iyum, perlu juga peningkatan akses permodalan, pemasaran dan manajemen pengolahan hasil perikanan, baik bagi masyarakat pesisir atau nelayan maupun peternak perikanan darat. Termasuk fasilitasi teknologi, permodalan, manajemen, pemasaran dan perubahan mindset bagi nelayan. “Optimalisasi pengembangan perikanan juga harus menyentuh ke budidaya dan optimalisasi lahan perikanan tangkap air tawar dengan memanfaatkan sungai dan embung,” ucapnya.

Selain perikanan, tambah politisi PDI Perjuangan itu, sektor pertanian saat ini masih menjadi tumpuan hidup masyarakat Indonesia pada umumnya, dan Kabupaten Cirebon pada khususnya. ¬†Sektor pertanian sebagai penghasil dari kebutuhan pangan masyarakat, menjadi vital untuk mendapatkan perhatian dan prioritas. “Artinya, perhatian pemerintah daerah kepada nelayan dan petani, jangan setengah hati. Karena mereka menjadi tonggak keberlangsungan hidup,” pungkasnya. (sam)