Mau Berangkat Haji, Rumah Nenek Terbakar

LUDES: Tirta sedang mencari dan memisahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan di lokasi kebakaran. FOTO: ADE GUSTIANA / RADAR CIREBON
LUDES: Tirta sedang mencari dan memisahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan di lokasi kebakaran.FOTO: ADE GUSTIANA / RADAR CIREBON

CIREBON – Malang benar nasib nenek bernama Kibyah (69). Dia tinggal seorang diri di Blok Masjid, Desa Gintung Lor, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

Tiga pekan menjelang keberangkatannya ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji, rumah Kibyah ludes, hangus terbakar.

Perlengkapan pakaian serba putih yang disiapkan, lenyap tidak tersisa. Beruntung, perlengkapan lain untuk ibadah haji, beberapa di antaranya, masih bisa diselamatkan. Penyebab kebakaran diduga karena korsleting arus listrik.

Menantu Kibyah, Tirta (47) menuturkan, kebakaran terjadi Kamis (13/6) sekitar pukul 09.00. Saat kejadian, tidak ada seorang pun yang tinggal di dalam rumah.

“Ibu (Kibyah, red) waktu kejadian sedang pergi ke sungai untuk mencuci. Api keluarnya dari belakang, cuma belum diketahui penyebab pastinya apa. Bukan dari gas LPG.

Sebab, dari lima tabung gas, semuanya masih utuh. Seisi rumah semuanya ludes. Ibu juga terlihat masih kaget,” ujarnya saat menyisihkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan di lokasi kebakaran, kemarin.

Akibat kejadian itu, kata Tirta, Kibyah masih sangat terpukul. Sejumlah pihak yang simpati terhadap keadaannya, juga belum diperbolehkan bertemu secara langsung oleh Tirta.

“Karena masih shock. Kasihan, biar istirahat dulu karena kejadian baru kemarin,” pungkasnya.

Pemerintah desa, kecamatan, dan kepolisan, telah mengunjungi lokasi kebakaran. Bantuan sembako juga telah diterima pihak keluarga. Akibat kejadian itu, kini Kibyah tinggal bersama anaknya, masih di blok dan desa yang sama.

Jika ada pihak yang bersedia membantu, Tirta mengharapkan bantuan perbaikan rumah untuk orang tuanya. Sehingga, kesedihan yang dialami tidak terus larut.

Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Barang-barang berharga seperti kulkas, televisi, sepeda, tidak ada yang bisa diselamatkan.

Kasi Tanggap Darurat Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sujana juga telah mengetahui kejadian tersebut. Untuk itu, pihaknya melakukan pemadaman oleh regu III pos jaga Damkar Arjawinangun dan Palimanan.

“Tidak ada korban luka maupun jiwa. Pemadaman juga dibantu oleh warga, serta didampingi TNI dan polri,” katanya. (ade)