Mei 2019, Cirebon Capai Inflasi Terendah

Ilustrasi-Inflasi
Ilustrasi-Inflasi

CIREBON-Tingkat inflasi Kota Cirebon terjaga. Terbukti, di bulan Mei tercatat inflasi terendah di Jawa Barat bahkan secara nasional.

Kota Cirebon mengalami inflasi sebesar 0,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,10. Dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat semua mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bekasi (1,05 persen) dan terendah terjadi di Kota Cirebon (0,37 persen).

Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) Kota Cirebon Joni Kasmuri mengungkapkan dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi, dan satu kelompok tidak mengalami perubahan indeks harga.

Kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,32 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,02 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, kelompok sandang mengalami deflasi 0,30 persen, kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,25 persen.

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks harga. Sementara, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. “Kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar adalah bahan makanan sebesar 0,2918 persen dan Subkelompok yang memberikan andil inflasi terbesar sayur-sayuran yaitu sebesar 0,2181 persen,” jelasnya.

Lanjutnya, pada Mei Kelompok Bahan Makanan mengalami inflasi sebesar 1,32 persen. Komoditi yang memberikan andil inflasi antara lain adalah daging ayam ras, kangkung, daun bawang,bayam, kentang, wortel, telur ayam ras, dan bawang putih.

Untuk Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 0,02 persen dengan Komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain adalah rokok kretek filter dan gula pasir. Adapun kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,15 persen dengan Komoditas yang memberikan andil inflasi yaitu pelembut/pengharum cucian.

Inflasi juga turut terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 0,25 persen dengan omoditas dalam yang memberikan andil inflasi sabun mandi dan obat maag. Dan Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dengan yang memberi andil inflasi antara lain adalah tarif pulsa ponsel dan tarif kendaraan travel.  “Untuk Kelompok sandang mengalami deflasi sebesar 0,30 persen dengan jilbab dan emas perhiasan yang menjadi andil komoditasnya,” tuturnya.

Sementara itu, di bulan Mei 2019 Provinsi Jawa Barat mengalami inflasi 0,85 persen dan nasional mengalami inflasi 0,68 persen. (apr)