Melawan Leukimia, Mihajlovic Sempat Menangis: Ini Bukan Air Mata Ketakutan…

mihajlovic_sinisa
Sinisa Mihajlovic. Foto: AP

MILAN – Kabar buruk datang dari pelatih klub Serie A, Bologna, Sinisa Mihajlovic. Pria berusia 50 tahun itu mengumumkan bahwa dia mengidap penyakit leukemia dan akan pensiun dini dari karirnya sebagai pelatih.

Sebelum menangani Bologna, sebelumny,a Mihajlovic adalah pelatih AC Milan. Mihajlovic sendiri baru saja meneken kontrak sebagai pelatih Bologna pada awal Juli 2019. Dia pun sudah menjalani persiapan pramusim bersama klub barunya ini.

Akan tetapi, dalam beberapa hari terakhir, Mihajlovic merasakan demam di tubuhnya tak kunjung sembuh. Itu dialami Mihajlovic saat dia memimpin sesi latihan Bologna. Tak seorang pemain pun yang menyadari jika saat itu sang pelatih sedang sakit serius.

Namun, Mihajlovic akhirnya menyerah dan memeriksakan dirinya ke rumah sakit. “Saya memberi tahu dia (istri) bahwa saya demam. Kami kemudian menjalani pemeriksaan dan hasilnya menunjukkan saya sakit leukemia,” terang Mihajlovic seperti dikutip dari Football Italia.

Pertama kali mendengar tentang penyakitnya, Mihajlovic mengaku sangat terpukul. Dia sempat menangis. “Ini bukan air mata ketakutan. Saya akan menghadapinya dengan dada membusung, seperti yang selama ini selalu saya lakukan,” tegasnya.

Tim medis Bologna menyebut bahwa leukemia yang dialami oleh Mihajlovic sudah masuk dalam kategori akut. Dia harus fokus menjalani perawatan dan meninggalkan karirnya sebagai pelatih Bologna.

Berita duka ini kemudian seketika menyebar seantero Eropa. Mihajlovic mengaku menerima ucapan duka yang cukup banyak dalam beberapa hari terakhir. Pesan yang masuk mencapai ratusan. Dia meminta maaf karena tidak bisa membalas semua pesan yang masuk. “Saya menerima 600 sampai 700 pesan dalam beberapa hari ini,” ucapnya.

Selain kolega, beberapa klub Serie A juga memberi ucapan dukungan kepada Mihajlovic. Mereka mengirim pesan bagi Mihajlovic agar mampu mengalahkan penyakitnya dan sembuh seperti semula.

Mihajlovic punya rekam jejak yang panjang di sepak bola Italia. Dia pernah bermain untuk Inter Milan, Lazio, Sampdoria dan AS Roma. Selain itu, dia juga pernah menjadi pelatih untuk beberapa klub di Serie A.

“Saya tidak sabar untuk segera pergi ke rumah dan memulai pertarungan (melawan penyakit leukemia),” ucap Mihajlovic.

“Sakitnya agresif, tapi masih bisa dikalahkan. Saya juga sudah bicara pada para pemain. Kami melakukan panggilan konferensi dengan mereka dan seperti biasa, saya menangis,” sambung eks bek Inter Milan dan Lazio tersebut.

Mihajlovic mengibaratkan pertarungannya dengan leukemia adalah sebuah pertandingan sepak bola. Seperti yang selama ini dia lakukan, Mihajlovic akan memakai taktik menyerang. Dia pun yakin bakal meraih kemenangan.”Tanpa keraguan, saya akan memenangkan pertempuran ini,” tegasnya.

Mihajlovic lantas mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang sudah diberikan oleh Bologna pada musim ini. Dia merasa diterima dengan baik oleh seluruh anggota klub, layaknya keluarga. Terakhir, Mihajlovic tidak ingin melihat ada orang yang bersedih karena kondisinya saat ini.

“Saya tidak suka jika ada orang yang datang dengan menangis seperti mereka ingin mengasihani saya. Tidak perlu seperti itu, saya baik-baik saja,” tegas Mihajlovic. (wsa/fin)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait