Memahami Pertemuan Prabowo Subianto-Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan

Pada lawatan kampanye di Yogyakarta, Senin 8 April, Capres nomer urut 02 Prabowo Subianto menyempatkan diri menemui Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X ditemani oleh istrinya GKR Hemas, sementara Prabowo Subianto didampingi Ketua BPN Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Wakil Ketua BPN Rachmawati Soekarno Putri, dan Titiek Soeharto.

“Ya kami mendapat kehormatan diterima oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X ya. Beliau memberi waktu (kepada) saya, ini kunjungan kehormatan,” ujar Prabowo kepada wartawan usai pertemuan di Kepatihan, Senin (8/4/2019).

Prabowo mengatakan, kedatangannya ke Kepatihan Yogyakarta yakni untuk sowan kepada Ngarso Dalem Sri Sultan HB X selaku Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Pembicaraannya bagus, kita bicarakan hal-hal mendasar, ada beberapa titipan beliau. Saya sebagai calon presiden, saya kira kita terima (titipan pesan Sri Sultan HB X). Beliau (Sri Sultan HB X) sangat konsen tentang NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, krmandirian bangsa, dan sebagainya. Oke, terima kasih, terima kasih,” sambung Prabowo.

Senada, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto dalam sebuah wawancara cegat usai bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Pak Prabowo menyanggupi semua pesan luhur Sri Sultan,” kata Titiek.

Suasana itu berbeda dengan kunjungan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Capres nomor urut 01, Joko Widodo ke Keraton Yogyakarta pada Sabtu (23/3) lalu.

Jokowi yang juga didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tidak memberikan keterangan apapun kepada media, usai bertemu Sri Sultan HB X.

Demikian juga Megawati maupun Hasto, setelah mengadakan pertemuan tertutup selama dua jam, keduanya juga tidak memberikan keterangan pers.

Pengamat Komunikasi UIN Syarief Hidayatullah, Edy Effendi, menyimpulkan bahwa dari dua pertemuan berbeda tersebut, Sri Sultan HB X menolak Jokowi, tetapi menerima Prabowo.

Edy kemudian meminta warganet untuk merenungkan mengapa Sri Sultan HB X lebih memilih Prabowo ketimbang Jokowi.

“Beginilah Tata Krama, Unggah Ungguh Calon Pemimpin RI. Prabowo meminta izin dl dg sowan kpd Pemimpin Daerah Sri Sultan Hameng Kubuwono ke X sblm melaksanakan kampanye Akbar di Jogja. Beda kan bray Tata kramanya dg yg onoh itu..??,” tulis akun @BangPino_

“Sampe sini harusnya lu udah paham, Mau masuk kerumah orang permisi dulu, sowan.. Bukan teriak teriak “Saya akan lawan” kayak orang lapar!!,” tulis @rabbani_firdauz.

Dalam laman wartawan senior yang kini menjadi konsultan politik dan media Hersubeno Arief  berjudul Isyarat Politik Sultan HB X Untuk Prabowo, bagi masyarakat Jawa khususnya tlatah Kasultanan Ngayogyakarta yang terbiasa bicara dengan bahasa isyarat, perlambang, simbol, foto dan pesan Ngarso Dalem itu merupakan sebuah isyarat kemana bandul politik Sultan sedang berayun. Karena itu perlu operasi untuk mementahkannya.

Dibandingkan dengan Jokowi, penerimaan atas kunjungan Prabowo sangat berbeda. Sama-sama berlangsung tertutup, setelah pertemuan ekspresi keduanya sangat berbeda.

Jokowi biasanya ramah melayani wartawan meninggalkan lokasi tanpa keterangan apapun. Sebaliknya Prabowo wajahnya terlihat cerah. Dia juga melayani pertanyaan wartawan. “Saya tadi sowan sekaligus kulonuwun karena mau berkampanye di Yogya. Kebetulan juga lama tidak bertemu beliau. Alhamdulillah diterima dengan baik,” ujar Prabowo.

Sebelumnya ketika bertemu Cawapres Sandiaga Uno (12/10/2018) wajah Sultan juga terlihat cerah. Foto Sultan yang menyilangkan jari telunjuk dan jempolnya di dagu banyak diartikan sebagai bentuk lain dari salam dua jari. (*)