Membawa Gitar Kecil, Bocah Kelas 3 SD Pergi dari Rumah

Cusmini menunjukkan foto cucunya yang bernama Iqbal. FOTO:CECEP NACEPI RADAR CIREBON
Cusmini menunjukkan foto cucunya yang bernama Iqbal. FOTO:CECEP NACEPI RADAR CIREBON

CIREBON-Cusmini (57) warga RT 07 RW 02, Blok Babakan, Desa Megu Gede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, sedang diliputi kecemasan luar biasa. Pasalnya sudah tiga hari ini  cucunya yang bernama Muhamad Iqbal Febrianto (13) pergi meninggalkan rumah.

Cuaca ekstrem dengan angin dan hujan lebat selama tiga hari ini, menambah Cusmini semakin khawatir memikirkan Iqbal yang masih duduk di bangku kelas 6 SD itu. “Sudah beberapa hari ini hujan terus, dia makan apa, tinggal di mana. Kasihan masih kecil,” tuturnya.

Diceritakan Cusmini, terakhir kali dia mengetahui kabar cucunya pada Sabtu malam (19/1). Iqbal numpang tidur di rumah temannya yang bernama Gopur. Pagi harinya Iqbal yang diketahui oleh tetangga dan saudaranya membawa gitar kecil itu lari dan bersembunyi.

“Terakhir yang melihat bibinya pada Minggu pagi. Tapi malah lari. Setelah itu tidak pulang sampai sekarang. Dia pas pergi pakai celana putih dan baju biru. Iqbal gak pernah bilang mau pergi ke mana,” imbuhnya.

Cusmini mengaku sudah mencari ke berbagai sudut pasar maupun jalan Pantura Cirebon. Namun, selama tiga hari pencarian, Iqbal belum juga ditemukan. Kabar angin sempat menyebutkan Iqbal dengan temannya sedang ngamen di Harjamukti, Kota Cirebon.

“Ada yang bilang melihat di Harjamukti sedang ngamen di lampu merah. Saat kita ke sana, gak ada. Iqbal pergi dengan tiga temannya. Orang tua Gopur juga sama mencari,” terangnya.

Sudah dua hari Iqbal tidak masuk sekolah, sehingga gurunya berkunjung ke rumah. “Gak masuk sekolah dua hari, gurunya ke sini tanya kronologisnya,” katanya.

Sementara itu, Tarya (43) ayah Iqbal  terus melakukan pencarian dari pagi, siang, hingga malam. Mulai jalan Pantura Palimanan hingga Kota Cirebon. Sela-sela pasar pun tak luput disambangi. Namun, sampai dengan saat ini belum juga ditemukan.  “Kita sudah laporan ke Polsek Weru,” pungkas Tarya. (cep)