Membedah Koran Independent Observer Milik Prabowo?

Mingguan Independent Observer dianggap sebagian kalangan tak hanya digawangi oleh orang Partai Gerindra, tapi juga dibiayai oleh Prabowo

Siapa pemilik mingguan Independent Observer?  Koran berbahasa Inggris ini sempat menjadi sorotan karena kritik yang tidak habis-habis terhadap pemerintahan Jokowi dan memberi ruang pada gagasan capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga.

Ada sejumlah nama yang terkait dengan Partai Gerindra. CEO Independent Observer, misalnya, dijabat oleh Angga Raka Prabowo, wakil sekjen Gerindra yang pernah menjadi ajudan Prabowo. Ada pula nama Irawan Ronodipuro, wakil ketua bidang hubungan luar negeri Gerindra yang menjadi editor in chief (pemimpin redaksi).

Independent Observer berada dalam naungan PT Media Pandu Bangsa. Ia pertama kali terbit pada 15 Desember 2017, selang empat bulan setelah PT Media Pandu Bangsa berdiri pada Agustus 2017. Media baru ini merilis edisi perdana dengan mengangkat laporan utama tentang daya beli yang lemah. Isu ini sejalan dengan isu yang digaungkan Partai Gerindra pada saat itu.

Dalam profil perusahaan PT Media Pandu Bangsa, Angga Raka Prabowo tercatat sebagai direktur. Posisi komisaris ditempati Fernando Jose Lemos Osorio Soares, yang juga menjabat direktur. Keduanya masih muda: Angga kelahiran tahun 1989, sedangkan Fernando kelahiran 1987.

Perusahaan ini disuntik dengan modal dasar Rp44 miliar, dan Rp11 miliar yang disetor sebagai saham. Saham itu dipegang oleh dua perusahaan, yakni PT Garuda Pandu Nusantara (Rp5,61 miliar dengan 5.610 lembar saham) dan Koperasi Garuda Yaksa Nusantara (Rp5,39 miliar dengan 5.390 lembar saham).

Koperasi Garuda Yaksa Nusantara adalah koperasi besutan Prabowo, sampai saat ini ia masih tercatat sebagai ketua koperasi.

Koperasi ini didirikan pada Desember 2015 dan beralamat di Jl Harsono RM No. 54, Ragunan, Pasar Minggu. Alamat itu adalah alamat yang sama dengan kantor DPP Gerindra. Koperasi itu menempati gedung di sisi selatan dan berada di lantai 2.

Sementara dalam dokumen profil PT Garuda Pandu Nusantara, Prabowo tercatat sebagai direktur utama sekaligus pemegang saham terbesar (Rp10,45 miliar). Anak semata wayang Prabowo, Ragowo Hediprasetyo, menjabat sebagai komisaris dengan kepemilikan saham senilai Rp550 juta.

PT Garuda Pandu Nusantara adalah perusahaan sapu jagad yang bergerak di banyak bidang. Dari konsultasi dan pembuatan cooking classhingga perkebunan. Perusahaan ini didirikan pada April 2017 dengan alamat di Menara Bidakara 1 lantai 9.

Bahren salah satu redaksi Koran Independent Observer menegaskan bahwa media massa tersebut bukan milik Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ataupun keluarga Prabowo Subianto.

“Ini tidak ada hubungannya dengan Gerindra dan bukan milik Gerindra,” ujar Bahren saat dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (31/8/2018).

Bahren juga mengaku, pemilik Koran Independet Observer adalah seorang pengusaha muda yang melihat ada peluang bisnis untuk membangun bisnisnya di bidang media cetak.

“Punya Bapak Angga dia pengusaha muda, dia tertarik dengan bisnis koran karena ada peluang,” katanya.

Koran Independent Observer dikatakannya, adalah koran berita nasional berbahasa inggris dengan skala distribusi nasional yani di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan sekira 20 ribu eksemplar.

‎”Kita sekitar 20 ribu eksemplar, untuk mencangkup wilayah distribusi kita Jawa, Bali dan NTB,” ungkapnya.

Kata dia, koran ini terbit mingguan dan dapat dibeli di toko-toko buku terdekat. Harga jualnya hanya sekira Rp 9500. “Terbitnya mingguan, di toko-toko buku ada,” ungkapnya.

Adapun koran ini diterbitkan oleh PT Media Pandu Bangsa. Kantor ini diketahui beralamat di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Selain Koran Independent Observer, PT Media Pandu Bangsa juga memiliki media online dengan nama swaraindonesia.com.

Senada, Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Rabu (5/9/2018) menegaskan informasi yang disampaikan Independent Observer murni berita dengan data. Dasco menyebut tak ada yang perlu disembunyikan terkait Independent Observer.  “Berita pakai data, kemudian dia perusahaannya jelas. Nggak diumpet-umpetin,” tegas Dasco.

Sekali lagi Dasco menegaskan koran milik Angga Raka itu bukan untuk kepentingan kampanye negatif. Angga Raka disebut murni berusaha.

Bahkan, dalam laman resmi Partai Demokrat diungkapkan Independent Observer ini isinya ilmiah bukan fitnah. Independent Observer ini isinya ilmiah bukan fitnah. Tidak ada urusannya apakah yang punya orang yang dekat dengan Prabowo atau tidak. Karena ini karya jurnalistik, maka yang dinilai itu isinya.

Kalau isinya menurut pendukung dan tim sukses Pak Jokowi tidak tepat sesuai prinsip-prinsip kode etik jurnalistik, silahkan dipersoalkan ke Dewan Pers sebagai saluran yang disediakan oleh UU.

radarcirebon.com menelusuri koran Independent Observer, koran mingguan 24 halaman ini menganut gaya jurnalisme data. Data driven journalism merupakan fenomena baru dalam dunia jurnalistik Indonesia. Wahyu Dhyatmikamenjelaskan bahwa data yang dimaksud dalam jurnalisme data berupa kumpulan data yang terstruktur dan bisa dianalisis secara statistik oleh publik. Fenomena jurnalisme data lahir karena keterbukaan informasi.

Jurnalisme data dapat memunculkan empat narasi. Pertama, menguji kebenaran hipotesis. Misalnya, India Spend menggunakan data kemiskinan dan kejahatan dalam menguji hipotesis bahwa bukan hanya kemiskinan yang mempengaruhi tingkat kejahatan di suatu wilayah. Kedua, data juga dapat digunakan untuk melihat tren waktu, seperti melihat tren anggaran kesehatan selama sepuluh tahun. Ketiga, melihat outliers atau orang-orang yang “aneh”,seperti yang dilakukan oleh The Guardian dalam melaporkan anggota parlemen Inggris yang memiliki pengeluaran paling besar. Terakhir, melihat koneksi tidak tampak. Contohnya, Connected China yang melacak dan memvisualisasikan orang, institusi, dan hubungan yang membentuk struktur kekuasaan elit China dengan menggunakan data jaringan dari Reuter.

Diketahui,  sebelumnya koran Independent Observer ramai dibicarakan warganet dan media sosial, beredar tangkapan layar tentang koran ‘Independent Observer’ yang disebut dimiliki orang dekat Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Tangkapan layar itu memuat informasi bahwa Independent Observer dimiliki Angga Raka Prabowo, pengurus pusat Partai Gerindra.

Saat itu, koran berbahasa Inggris itu dalam pemberitaannya diisi headline bertulisan ‘New Hope Vs Unfulfilled Promises’ (Harapan Baru Vs Janji-janji yang Belum Terpenuhi). Dua ilustrasi pasangan capres dan cawapres, Prabowo-Sandiaga dan Jokowi-Ma’ruf, tampak menghiasi headline koran itu. (*)