Membolos, 3 Pelajar di Indramayu Terjaring Razia Satpol PP dan Polsek

Tiga pelajar SMA di Kecamatan Widasari yang terjaring razia sedang didata dan mendapat pembinaan dari Polsek Widasari. FOTO:ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
Tiga pelajar SMA di Kecamatan Widasari yang terjaring razia sedang didata dan mendapat pembinaan dari Polsek Widasari.FOTO:ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-TR (17), AR (17), dan JE (17), tiga   pelajar yang berasal dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta di Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu terjaring razia gabungan Polsek Widasari dan  Satpol PP Kecamatan Widasari, Jumat pagi (19/7). Sekitar pukul 09.00 WIB, ketiganya dibawa ke kantor Kecamatan untuk didata dan mendapat pembinaan., Kemudian diserahkan ke sekolah mereka.

Anggota Satpol PP Kecamatan Widasari Otong Suganda mengatakan razia tersebut dilakukan untuk menertibkan pelajar yang masih berkeliaran di saat jam sekolah. “Razia dimulai pukul 8 sampai pukul 10 di sekitaran Kecamatan Widasari saja. Di titik-titik yang rawan menjadi tempat berkumpulnya pelajar di saat jam sekolah,”ucapnya pada wartawan.

Razia gabungan Polsek dan Satpol PP Kecamatan Widasari juga sebagai tindak lanjut keluhan masyarakat Widasari yang resah dengan adanya aktivitas pelajar berkeliaran nongkrong di saat jam sekolah. “Warga banyak menjumpai pelajar yang pada nongkrong di warung-warung pinggir jalan saat jam sekolah,” kata dia.

Ditegaskan, Otong pihaknya akan terus melakukan razia pelajar yang berkeliaran saat jam sekolah. “Ke depan kita akan rutin, jangan sampai ada keluhan dari masyarakat. Kita akan wujudkan Widasari tertib sekolah,” tegasnya.

Sementara, Kapolsek Widasari, AKP I Komang Sarjana melalui Kanit Binmas Aiptu Agus mengatakan razia gabungan bentuk komitmen dari kepolisan dan Satpol PP dalam mewujudkan kondisi lingkungan yang aman dan kondusif. Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, dan jawaban dari keluhan masyarakat akan maraknya pelajar yang membolos.

“Jangan sampai pelajar generasi bangsa melakukan tindakan yang di luar peran dan tanggung jawabnya sebagai pelajar,” ujar Agus.

Pelajar yang terjaring rajian, tidak hanya sebatas didata, namun diberikan pembinaan secara kontinyu di sekolah masing-masing. Selain itu diberikan pemahaman tanggung jawab sebagai seorang pelajar.

“Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, para pelajar yang terkena razia diserahkan kembali ke pihak sekolah melalui guru Bimbingan Konseling (BK). Saya berikan pemahaman agar tidak mengulangi perbuatannya lagi, nanti kita akan rutin terjun ke sekolah-sekolah,” janjinya. (oni)