Memburu Penghembus Isu Polisi Buzzer

Secreenshot twitter Opposite6890

Dua hal yang mendadak ramai diperbincangkan pekan ini: Aplikasi Shambar dan Oppsite6890. 

  • Akun anonim di Twitter dan Instagram, Opposite6890, menyebut kubu Capres Nomor 01, Joko Widodo,mengerahkan buzzer beranggotakan 100 orang per polres di seluruh Indonesia yang diorganisir oleh Mabes Polri. 
  • Ini, buka dia, dilakukan dengan menggunakan aplikasi bernama Shambar. Melalui cuitan, Opposite6890membuka file APK Shambar, yang langsung diuji balik oleh SatpamSosmed, akun pro-Jokowi.
  • Baca utasan yang dibuat oleh Ismail Fahmi dari Drone Emprit yang membandingkan file APK yang dilaporkan dua akun tadi. Fahmi menemukan beberapa hal menarik, meski tak mampu membuka kebenaran di balik APK Shambar.

Polisi langsung bergerak memburu aktor intelektual di belakang akun anonim ini.

  • Polri berkata telah mengantongi identitas pemilik akun, namun masih butuh satu alat bukti lagi untukmembawanya ke proses hukum.
  • Polisi juga mengatakan akun ini merupakan bagian dariusaha propaganda untuk mendelegitimasi pemilu. “Dari mulai November-Desember, Kemendagri diserang dengan kasus e-KTP, Desember-Januari ada surat suara tercoblos di 7 kontainer, Januari-Maret Bawaslu dianggap tidak netral,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.
  • Sementara itu, akun Twitter @Opposite6890 kini telah di-suspend.

Polisi mungkin akan menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) untuk menjerat siapapun di balik akun Opposite6890. UU yang sama, di sisi lain, sebelumnya sudah pernah dipakai untuk memberangus kebebasan berpendapat.