Menengok Masjid Kuno Bondan Indramayu, Berusia 600 Tahun Dibangun Syekh Datuk Kahfi

ANANG SYAHRONI, Sukagumiwang

MASJID TERTUA: Masjid Darussajidin atau Masjid Kuno Bondan sebagai bukti penyebaran Islam di Indramayu masih kokoh berdiri, (15/5). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
MASJID TERTUA: Masjid Darussajidin atau Masjid Kuno Bondan sebagai bukti penyebaran Islam di Indramayu masih kokoh berdiri, (15/5). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

Masjid Darussajidin masih terlihat kokoh. Masjid yang lebih dikenal dengan sebutan masjid kuno Bondan itu, hingga kini masih aktif digunakan untuk ibadah dan acara keagamaan. Bagaimana kondisinya?

MASJID yang tertelak di Blok Sapu Angin Desa Bondan Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu itu tampak masih terjaga keasliannya.

Bangunan yang sudah berusia 600 tahun itu berukurunan 9×9 meter. Seluruh bangunan yang berdiri sejak 1414  masehi itu terbuat dari kayu jati yang masih terjaga keasliannya.

Selain itu, kubah masjid yang terbuat dari tanah liat juga masih kokoh berdiri. Karena itu, bangunan ini masuk kedalam salah satu cagar budaya nasional oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten

Hanya saja, beberapa kayu bangunan sudah rusak termakan usia. Termasuk, salah satu tiang penyanggan bangunan utama yakni 4 tiang saka guru sehingga pada tahun 1992 dilakukan renovasi. Namun, secara struktur bangunan masih terjaga dan berdiri kokoh.

Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten Mistara menjelaskan, sudah menjadi petugas BPCB Banten di Masjid Kuno Bondan sejak tahun 1995.

Diceritakan Mistara, keberadaan masjid ini tidak terlepas dari perjuangan tokoh penyebar Agama Islam, Syekh Datul Kahfi atau masyarakat pada saat itu memanggilnya dengan sebutan Syekh Ali Mudin pada tahun 1414 masehi, yang harus berjuang melawan Ki Geden Bondan dan adik perempuannya Nyimas Ratu Kencana Wungu yang merupakan pengembara dari Kerajaan Majapahit.

“Masjid ini merupakan bukti perjuang penyebaran Agama Islam yang dilakukan Syekh Datuk Kahfi di Indramayu pada tahun 1414 masehi.

Bukti dari berdirinya masjid terletak di dalam kubah tertulis angka 1414 secara timbul, pada saat dilakukan renovasi pada tahun 1992,” ungkapnya sambil mengatakan masjid itu diselesaikan dalam waktu semalam.

Pihaknya, sampai saat ini masih terus menggali sejarah berdirinya masjid dari berbagai sumber ahli sejarah, termasuk dari tokoh atau sesepuh masyarakat setempat.

Diakui Mistara, secara arsitektur tidak ada yang mencolok dari bangunan tapi bangunan masjid sangat terjaga keasliannya. “Seluruh bangunan berbahan kayu jati asli, sampai atap terbuat dari kayu tipis yang disusun rapi,” jelasnya.

Diakuinya, saat ini atap masjid sudah mulai bocor sehingga perlu diperbaiki dengan tetap menjaga keaslian bangunan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemugaran Masjid Kuno Bondan, Yayan Suryana manambahkan, berdirinya Masjid Darussajidin, tidak terlepas dari tiga tokoh utama penyebar agama Islam, Syekh Datul Kahfi.

Terkait rencana pemugaran lokasi masjid, Yayan mengatakan, pihaknya sudah mendapat anggaran dari Kementerian PUPR sebesar Rp1,37 miliar.

Tapi, masih terkandala dua surat yang harus terpenuhi diantaranya surat keterangan dari BPCB Banten tentang Masjid Darussajidin (Masjid Kuno Bondan) menjadi cagar budaya nasional, dan surat pernyataan minat Bupati Indramayu untuk mengikuti program PUPR dalam hal pembangunan masjid kuno Bondan.

“Tinggal menunggu surat minat bupati saja, kalau sudah dapat surat, masjid ini akan kita rekontruksi lagi seperti bangunan yang pertama kali dibangun.

Miniatur rencana pembangunan sudah kita pasang di depan masjid. Kita ingin masjid ini bisa terus terpelihara keasliannya dan menjadi cagar budaya bukti perkembangan Islam di Indramayu,” pungkasnya. (*)