Mengecat Atap Rumah, Warga Desa Cinagar Tewas Kesetrum

Begini kondisi Oman (65) warga Desa Cinagara, Kecamatan Sindangagung saat ditemukan tewas akibat tersengat listrik ketika sedang mengecat atap rumah keponakannya di Desa/Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. FOTO: M TAUFIK/RADAR CIREBON
Begini kondisi Oman (65) warga Desa Cinagara, Kecamatan Sindangagung saat ditemukan tewas akibat tersengat listrik ketika sedang mengecat atap rumah keponakannya di Desa/Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan.FOTO: M TAUFIK/RADAR CIREBON

KUNINGAN-Oman (65) warga Desa Cinagara, Kecamatan Sindangagung, ditemukan tewas akibat tersengat listrik saat sedang mengecat atap rumah keponakannya di Desa/Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan informasi dihimpun Radar Kuningan, kemalangan yang dialami Oman tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Kala itu dia tengah mengecat tembok atas rumah dua lantai milik keponakannya bernama Tohari di Blok Manis, Desa/Kecamatan Maleber. Saat itu warga dikejutkan dengan temuan sesosok tubuh manusia tergantung di kabel listrik dengan posisi kepala di bawah dan kaki tersangkut terlihat darah mengucur di tembok.

Pemilik rumah Tohari yang mengetahui hal ini seketika terkejut langsung melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa kemudian ditembuskan ke anggota Polsek dan Koramil setempat yang sesaat kemudian tiba di lokasi kejadian. Kepada petugas, Tohari pun memastikan korban adalah pamannya bernama Oman yang tengah melakukan pengecatan tembok dan diduga tewas akibat tersengat aliran listrik dari kabel bertegangan tinggi di atas rumahnya.

Kejadian ini pun mendapat penanganan petugas PLN yang turut serta melakukan proses evakuasi. Dengan menggunakan kain sarung yang diikat, tubuh Oman pun diturunkan dengan sangat hati-hati. “Korban sedang mengecat tembok bagian atas. Diduga, saat melakukan pekerjaan tersebut tanpa sengaja kepala korban menyentuh kabel listrik bertegangan 20.000 KW yang seketika terseterum dan langsung meninggal dunia di tempat,” ungkap Kapolsek Lebakwangi Iptu Nuryana saat dikonfirmasi.

Ada pun kejadian kondisi korban yang tewas tergantung dengan posisi kepala di bawah, Nuryana mengatakan, sebelum melakukan pengecatan korban melepas beberapa genteng agar kakinya bisa berpijak pada reng. Diduga, saat korbang tersengat listrik membuat tubuhnya terpental namun posisi kakinya tersangkut reng yang menyebabkan dia tergantung seperti itu.

“Sebenarnya pemilik rumah sudah sempat mengingatkan korban agar berhati-hati dan untuk mengecat bagian atas tidak usah naik ke atap. Namun korban mungkin ingin hasil pekerjaannya maksimal, dia bersikeras naik ke atap hingga akhirnya kejadian seperti ini,” ungkap Kapolsek.

Nuryana mengatakan, kejadian ini murni merupakan musibah akibat kecelakaan kerja dan tidak ditemukan ada unsur kesengajaan. Pihak keluarga pun sudah menerima kemalangan tersebut sebagai takdir dari Tuhan YME dan menolak jenazah Oman untuk dilakukan autopsi.

“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai takdir dari Allah SWT dan menolak jenazah korban dilakukan autopsi. Oleh karena itu, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Puskesmas, jenazah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dikebumikan,” pungkas Nuryana. (fik)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait