Menpora Ungkap Penyebab Kekalahan Timnas U-23

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, bersama anggota Komisi X DPR RI, H Dedi Wahidi, usai membuka lomba LKBB tingkat nasional di Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan, Indramayu, Sabtu (23/3). FOTO:UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, bersama anggota Komisi X DPR RI, H Dedi Wahidi, usai membuka lomba LKBB tingkat nasional di Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan, Indramayu, Sabtu (23/3).FOTO:UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU–Menteri Kepemudaan dan Olahraga, Imam Nahrawi, memberikan komentar terkait kekalahan Timnas U-23 dari Timnas Thailand dengan skor telak 0-4. Menurutnya, penyebab kekalahan Timnas U-23 sangat kompleks.

Imam Nahrawi mengungkapkan, tidak bermainnya Ezra Walian pada saat-saat terakhir secara psikologis cukup berpengaruh terhadap permainan Timnas U-23. Karena Ezra merupakan salah satu pemain yang diharapkan mampu mengangkat tim.

“Kasus Ezra Walian tentunya harus menjadi pelajaran bagi PSSI. Kalau versi Indonesia, begitu pemain dinaturalisasi maka langsung bisa main. Sementara versi FIFA tidaklah seperti itu, dan harus diurus dulu masalah dwi kewarganegaraan. Jadi ini harus benar-benar menjadi pelajaran bagi PSSI, karena kedapan masih banyak even yang akan dihadapi PSSI,” ungkap Nahrawi, usai membuka lomba LKBB tingkat nasional “Menpora Cup”, di Kompleks Ponpes Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan, Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu, Sabtu lalu (23/3).

Faktor kedua yang membuat Timnas U-23 kalah menurut Nahrawi adalah persoalan mental. Para pemain seperti tampil tidak percaya diri, karena menganggap Thailand adalah tim yang berada satu tingkat diatas kita. Akibatnya mereka tidak bisa bermain lepas dan justru sering melakukan kesalahan.

Sementara factor ketiga, lanjut Nahrawi, karena ada beberapa pemain baru yang masuk. Sehingga coach Indra Sjafri harus banyak melakukan penyesuaian-penyesuaian. Penyesuaian-penyesuaian ini yang harus segera diperbaiki untuk menghadapi pertandingan selanjutnya melawan tuan rumah Vietnam. “Tapi saya optimis menghadapi Vietnam nanti coach Indra Sjafri akan melakukan evaluasi besar-besaran. Karena untuk membuka peluang lolos, Timnas U-23 memang harus menang melawan Vietnam,” tegas Nahrawi.

Imran Nahrawi juga mengungkapkan tentang rencana penggunan teknologi VAR di Liga Indonesia. Menurutnya, di liga amatir sudah banyak yang menggunakan teknologi VAR untuk membantu tugas wasit. Jadi untuk liga professional seperti Liga I wajib menggunakan VAR. “Saya menginginkan sebelum kick off Liga I masalah teknologi VAR ini sudah selesai,” tandasnya. (oet)