Meski Dekat TPA Kopi Luhur, Warga RW 05 Kedung Krisik Utara Susah Buang Sampah

TPA Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. FOTO:DOKUMEN RADAR CIREBON
TPA Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.FOTO:DOKUMEN RADAR CIREBON

CIREBON-Dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur, nyatanya tidak membuat warga RW 05, Kedung Krisik Utara, Kota Cirebon bisa mendapatkan kemudahan pelayanan dalam membuang sampah.

Warga justru membuang sampah ke sungai atau membakarnya di pekarangan. Hal itu karena ketiadaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) dan juga armada pengangkut. Hal tersebut tentunya menjadi ironi. Mengingat jarak antara kampung Kedung Krisik Utara dengan TPA Kopi Luhur hanya sekitar 2 kilometer saja.

Lurah Argasunya, Dudung Abdul Barry mengaku, sudah beberapa kali mengajukan pengadaan TPSS atau armada pengangkut sampah ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun hingga saat ini, usulan tersebut belum juga direalisasikan. “Saya sudah meminta bantuan terkait ketiadaan TPS dan mobil pengangkut sampah. Tapi sampai saat ini belum juga ada realisasinya,” katanya.

Kondisi tersebut, selain merusak keasrian pemandangan sungai juga turut mencemari lingkungan. Terlebih, saat memasuki musim kemarau seperti ini. Warga banyak yang memanfaatkan aliran sungai untuk keperluan sehari hari, seperti mandi dan mencuci.

Ketua RW 05 Kedung Krisik Utara, Ade Wijaya mengatakan, hingga saat ini, pihaknya tidak pernah mendapatkan bantuan untuk pengadaan kendaraan roda tiga atau bentor. Padahal kalau ada Bentor, petugas pengangkut kebersihan RW bisa langsung mengangkut sampah ke TPA Kopi Luhur.

Armada yang dimiliki hanya gerobak sampah. Dengan posisi posisi jalan yang menanjak, tentunya membuat petugas kesulitan. “Kalau ada misalkan ada kendaraan roda tiga atau Bentor kan bisa langsung diangkut ke ke atas,” kata Ade. (awr)