Meski Mendesak, Pembangunan Elevated Train Belum Jelas

ILUSTRASI

CIREBON-Masyarakat Kota Cirebon tampaknya harus bersabar. Rencana pembangunan underpass atau elevated track di sejumlah pintu perlintasan kereta api sebidang tampaknya masih jauh dari realisasi. Meski hal itu telah dianggap mendesak, perencanaannya masih belum dibuat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon Yoyon Indrayana mengatakan, pihaknya tidak bisa serta merta membuat DED (detail engineering design) untuk rencana pembangunan elevated track atau underpass. Hal itu terbentur kewenangan terkait jalan yang berstatus provinsi dan nasional tidak berada pada pihaknya. “Itu urusan kementerian perhubungan, bukan urusan kota,” katanya.

Yoyon mengaku bersedia membuatkan DED, jika pemerintah pusat menganggarkan untuk perencanaan. Kemacetan di Kota Cirebon lebih banyak disebabkan oleh keberadaan perlintasan sebidang. Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang semakin meningkat, jika tidak diantisipasi, maka hal itu akan memperparah kemacetan yang terjadi. “Makanya saya dan pak wali terus mengusulkan pembangunan elevated track. Karena itu yang paling memungkinkan dibandingkan dengan underpass atau fly over,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub),  Drs Budi Setiyadi SH MSi mengatakan, pihaknya sangat mendukung realisasi dari infrastruktur perkotaan tersebut.

Pihaknya mengaku akan mendorong kementerian terkait untuk membangun underpass, bila pemerintah daerah merasa perlu untuk membangunnya mengatasi masalah kemacetan. “Kalau memang diperlukan, silakan buat DED perencanaannya. Karena yang lebih tahu itu dari pemdanya. Setelahnya, perencanaan itu dibawa ke PUPR atau ke Dirjen Perkertaapian,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan status jalan yang menjadi salah satu persyaratan dibangunya fly over atau underpass, pihaknya mengaku akan membantu untuk menyelasaikanya. “Itu bisa dibantu oleh pemerintah pusat. Termasuk dari kami di kementerian perhubungan,” imbuhnya.

Dia pun berjanji membawa aspirasi masyarakat Cirebon ke Kementerian-PUPR agar dapat direalisasikan. “Nanti akan saya sampaikan aspirasi masyarakat Kota Cirebon ini ke Pak Basuki (Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR, red),” tandasnya. (awr)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait