Millenial Road Safety Festival Pecahkan 3 Rekor Muri, Polri Bantah Kegiatan Berbau Politik

Acara Millennial Road Safety Festival (MRSF) yang diramaikan oleh 850.000 masyarakat yang bertempat di kawasan Jembatan Suramadu, Jawa Timur, Minggu (17/3). (NET)

Polda Jawa Timur melaksanakan puncak Millennial Road Safety Festival bersama masyarakat Jawa Timur di jembatan Suramadu, Minggu (17/3/19). Perayaan puncak Millennial Road Safety Festival di jembatan Suramadu ini turut dihadiri oleh sekitar 850.000 pelajar dan gabungan masyarakat Jawa Timur.

Namun kegiatan Milenial Road Safety Festival (MRSF) 2019 di Jembatan Suramadu seketika menjadi sorotan. Diduga disisipi aktivitas politik. Sekelompok peserta memutar lagu berjudul Jokowi wae.

Sebagaimana diberitakan, yakni saat sekelompok peserta memutar lagu berjudul Jokowi Wae. Meski lagu Jokowi Wae itu tidak diputar di panggung utama acara melainkan, di area Jembatan Suramadu—yang ditutup total sehingga macet parah— tapi aksi ini bisa ditafsirkan jika Polri tidak netral.

Namun, Polri membantah kegiatan tersebut berbau politik. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan dukungan itu karena psikologis massa.

“Spontanitas pasti akan terjadi, ini teori psikologi massa. Saat kumpulan massa tak ada yang bisa dikendalikan, tapi dari awal kami sampaikan acara ini tidak berkaitan dengan pemilu,” ujar Dedi di Mabes Polri, Senin (18/3/2019).

Para peserta yang hadir, lanjut dia, tidak boleh menggunakan atribut parpol maupun kedua paslon serta dilarang meneriakkan nama pasangan capres-cawapres itu.

“Spontan masyarakat seperti itu, terjadi di beberapa wilayah. Tapi kami kita sudah ingatkan di awal [tidak politis]. Tujuan utama acara ini yaitu menyelamatkan bangsa dan negara, khususnya anak milenial,” ungkap Dedi. (*)