Minim Lahan Kosong Petani Jemur Gabah di Jalan Desa

MINIM LAHAN: Petani memanfaatkan jalan desa yang sudah dicor beton untuk menjemur gabah hasil panen. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU
MINIM LAHAN: Petani memanfaatkan jalan desa yang sudah dicor beton untuk menjemur gabah hasil panen.FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Minimnya lahan terbuka juga dialami masyarakat petani di pedesaan. Akibat lahan terdesak permukiman, sejumlah petani di wilayah Kecamatan Anjatan terpaksa menjemur padi di badan jalan desa.

Sahroni, salah seorang petani mengatakan, saat ini hampir tidak ada lagi lahan kosong di permukiman yang bisa dipergunaan untuk menjemur gabah. Akhirnya dia dan petani lainnya terpaksa menjemur di di badan jalan.

Kebetulan ruas jalan lingkungan di desanya sudah diperbaiki dengan cara dibeton. Setengah dari jalan beton tersebut kerap dipergunakan untuk menjemur gabah. “Untungnya mayoritas jalan desa sudah dicor beton.

Bagusnya lagi, gabah  yang dijemur di atas jalan beton lebih cepat kering bila dibandingkan menjemur di tanggul sungai apalagi di lapangan,” ujarnya kepada Radar Indramayu, Jumat (24/5).

Bapak satu orang ini membenarkan, di desanya hampir semua lahan kosong yang biasanya dipergunakan untuk menjemur gabah sudah tidak ada lagi karena berganti jadi rumah.

Sampai-sampai, jalan desa terpaksa ditutup kalau ada warga yang mengadakan pesta hajatan. “Masih bisa buat hajatan, tapi kalau untuk parkir mobil sulit,” sambungnya.

Hal yang sama disampaikan Rudi, petani di Desa Limpas, Kecamatan Patrol. Di desanya,  hanya beberapa warga yang memiliki halaman penjemuran gabah. Biasanya, mereka adalah orang yang memiliki sawah cukup luas atau  pabrik penggilingan gabah.

“Jadi tidak ada alternatif lain selain menjemur gabah di jalan. Tapi tidak akan menganggu arus lalu lintas, kan kendaraan mobil jarang lewat gang desa,” ujarnya. (kho)