Mulai Musim Panen, Petani Gelar Tradisi Mapag Sri

dri--kemarau-mapag-sri
Ribuan warga Desa Sinarancang menggelar prosesi Mapag Sri untuk menyambut panen MT II. Meskipun musim kemarau, keberadaan Setu Patok membuat wilayah di sekitarnya bisa menggarap lahan hampir sepanjang tahun.FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Sejak pagi hari, ribuan warga memadati Balai Desa Sinarancang. Sambil mengenakan pakaian adat, warga berjalan mengelilingi areal persawahan Desa Sinarancang untuk mengambil malai padi sebagai pertanda dimulainya musim panen kedua.

Meskipun saat ini sedang musim kemarau, namun produktivitas lahan pertanian di Kecamatan Mundu tetap bagus. Tak terkecuali di Desa Sinarancang yang pada Minggu (1/7) kemarin, menggelar prosesi adat mapag sri.

Kuwu Desa Sinarancang, Bandi kepada Radar Cirebon mengatakan, jika lahan pertanian di wilayahnya hampir sepanjang tahun bisa dialiri air. Pasalnya, lokasi Desa Sinarancang terletak persis di samping Waduk Setu Patok. “Untungnya kita dekat dengan Setu Patok. Untuk urusan air relatif lebih mudah. Tidak hanya untuk hasil tanaman pangan seperti padi, tapi untuk komoditi lainnya juga kita bisa sepanjang tahun tanam,” ujarnya.

Masih menurut Bandi, pihaknya pun sadar betul jika untuk urusan produktivitas pertanian di musim kemarau, di mana pun hampir dipastikan turun. Hal tersebut selain karena faktor air yang sulit didapat, juga karena ada sebagian petani yang beralih komoditi dari tanaman pangan ke tanaman holtikultura.

“Pasti ada penurunan ketimbang panen saat musim hujan. Itu sudah lumrah. Tapi kalau di wilayah kita, penurunan pun tidak begitu besar. Hanya beberapa saja petani yang beralih komoditi, yang tadinya taman padi, sekarang tanam cabai atau semangka,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu peserta Mapag Sri, Cartila mengatakan, jika ribuan warga Desa Sinarancang sudah mempunyai tradisi melakukan ritual Mapag Sri untuk menyambut musim panen. Selain untuk ajang silaturahmi, dalam acara Mapag Sri tersebut para petani berharap agar hasil penan kali ini lebih baik dari panen-panen sebelumnya.

“Yang paling penting dalam kegiatan ini kita bisa bersilaturahmi, bisa ketemu dengan tetangga dan warga lainnya yang kadang belum pasti bisa ketemu setahun sekali. Di akhir kegiatan, kita juga ada doa bersama biar panen berhasil dan petani bisa untung,” ungkapnya. (dri)