Musim Penghujan Mundur, Kekeringan Tambah Parah

ILUSTRASI-KEKERINGANILUSTRASI-KEKERINGAN

CIREBON-BMKG Jatiwangi memperkirakan pergantian musim menuju musim penghujan akan mengalami kemunduran waktu. Kondisi ini, akan semakin memperparah kekeringan di Kabupaten Cirebon.

Prakirawan BMKG Jatiwangi Ahmad Fai’izin kepada Radar Cirebon mengatakan, pergantian musim dari kemarau ke musim penghujan diprediksi akan terjadi pada bulan November mendatang. Kemunduran waktunya sekitar 10 hari dari normal.

Selain itu juga, Fai’izin mengungkapkan, untuk Cirebon saat ini terjadi hawa yang cukup panas dibandingkan biasanya. Terpantau suhu maksimum hingga mencapai 38 C, sehingga kondisi udara cukup panas.

Suhu yang cukup panas dibandingkan dengan biasanya, memang disebabkan berbagai hal. Kondisi suhu yang cukup panas ini dikarenakan posisi pergerakan semu matahari saat ini tepat berada di atas pulau Jawa.

Terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, H Eman Sulaeman mengatakan, mundurnya waktu awal musim hujan, menjadi kondisi kekeringan di Kabupaten Cirebon bertambah parah. “Ya dengan mundurnya awal musim hujan, tentu kekeringan di Kabupaten Cirebon semakin bertambah parah,” tuturnya.

Eman mengungkapkan, kondisi kemarau untuk tahun ini mengalami kekeringan parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena dari data yang dimiliki, jika tahun 2017 kekeringan hanya terjadi di dua kecamatan, namun tahun ini mencapai 12 kecamatan. (den)