Musim Tanam, Harga Beras di Kabupaten Cirebon Melonjak

ILUSTRASI-Pedagang Beras

CIREBON-Harga komoditi beras tengah mengalami lonjakan. Kenaikan ini, dipicu lantaran diduga telah dimulainya musim tanam pertama di Kabupaten Cirebon.

Kadina (54) ibu rumah tangga asal Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mengatakan, harga beras terus mengalami kenaikan. Rata-rat per kilogram untuk jenis beras medium ialah Rp250/kg. “Naiknya Rp250/kg, sekarang jadinya Rp500/kg. Yang biasanya Rp11 ribu menjadi Rp11.500,” katanya kepada Radar Cirebon.

Salah satu pedagang beras eceran, Saodah mengatakan, beras kualitas premium mengalami kenaikan cukup tinggi. Kini, harganya Rp12 ribu/kg. Untuk beras kualitas tersebut, sudah naik sejak akhir tahun 2018 kemarin. Pada waktu itu, harga beras berkisar di harga Rp11.500. Namun kata dia, harga-harga di atas berlaku hanya untuk harga eceran saja. Jika membeli karungan harga yang didapat bisa sedikit lebih murah.

“Harga beras karungan lebih murah Rp500 per kilonya dibandingkan eceran. Kendati murah, kebanyakan warga lebih memilih membeli eceran karena tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli beras,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon Tasrip Abu Bakar mengatakan, kenaikan harga beras dipicu oleh musim tanam padi. Biasanya, kata dia, memasuki musim tanam ketersediaan gabah petani semakin menipis.

Hal itu memicu naiknya harga karena stok yang semakin minim. Biasanya, harga akan kembali turun pada saat petani melaksanakan panen padi. “Kalau panen kan stok bertambah. Biasanya, harga beras pada turun. Tapi karena sedang musim tanam, jadi ada kenaikan,” ujar Tasrip.

Diakuinya, dari 53 ribu hektare lahan persawahan di Kabupaten Cirebon, sebanyak 65 persen telah ditanam padi. “Saat ini sejumlah lahan memang sudah memulai masa tanam. Hal itu dikarenakan ketersediaan air yang sudah mencukupi,” tandasnya. (via)