Nakhoda Kapal Nelayan Tewas di Perairan Bugel

NELAYAN-TEWAS
EVAKUASI: Petugas Polairud membawa nelayan yang tewas di laut ke rumah duka, Selasa (14/5). FOTO: KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Sahibun (54), nelayan asal Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, ditemukan tewas mengapung di Perairan Laut Bugel sebelah Barat Muara Eretan, Selasa (14/5). Korban merupakan nakhoda KM Tenang yang sehari sebelumnya kapalnya ditemukan oleh nelayan yang hendak menjaring ikan di pantai dekat perusahaan migas PT BMU Legok Desa Sukahaji Kecamatan Patrol.

Berdasaran keterangan, kapal yang dibawa korban tersebut ditemukan Senin (13/5) pagi oleh KM Sumber Laut. Nakhoda kapal tersebut, Rasiwan melihat ada sebuah kapal nelayan berputar putar terus menerus tanpa arah di dekat jety PT BMU Legok. Merasa curiga, Rasiwan yang juga warga Eretan itu kemudian membelokkan kemudi kapalnya untuk mendekati kapal yang oleng tersebut.

Setelah didekati KM Tenang itu tidak ada ABK dan nakhodanya. Rasiwan juga kaget, karena setelah diamati kapal motor tanpa orang itu ternyata milik tetangga rumahnya, Suhiban. Saat itu juga Rasiwan memutuskan kembali ke muara Eretan, untuk mengabarkan temuanya itu kepada pihak keluarga korban.

Adanya kabar itu, keluarga korban bersama sejumlah nelayan Eretan berangkat menuju lokasi kapal korban ditemukan. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polairud Pangkalan Eretan.

Direktutr Polairud Polda Jabar Kombes A Widi Handoko SH MH, melalui Komandan Kapal Pol. VIII-1006 Pangkalan Kapal Patroli Eretan, Bripka Masnudin, membenarkan kejadian itu. Masnudin mengatakan, setelah menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

“Menurut keterangan saksi bahwa KM Tenang itu tanpa ABK dan hanya dikemudikan seorang nakhoda saja bernama Suhibun warga Blok Pangpang 1 Desa Eretan Kulon. Menurut pihak keluarganya, Suhibun berangkat dari rumah sekitar pukul 04.30 WIB tanpa ABK,” ujarnya.

Diduga KM Tenang itu mengalami kecelakaan dan Suhibun tercebur kelaut. Petugas Polairud  dibantu nelayan melakukan pencarian disekitar lokasi kapal tersebut ditemukan. Namun, hingga sore korban tidak ditemukan dan pencarianpun terpaksa dihentikan.

“Hari ini (kemarin red) pencarian dilanjutkan. Dari pagi hingga siang hari korban belum juga ditemukan. Sekitar pukul 15.00 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan di perairan Kalimenir dekat Rig FZA, sekitar jarak kurang lebih 1 mil laut dari lokasi kapal korban ditemukan. Korban yang ditemukan oleh nelayan Eretan yang hendak pulang sehabis menjaring ikan,“ jelas Masnudin.

Petugas Polairud, lanjutnya, langsung menuju lokasi korban ditemukan. “Korban selanjutnya dievakuasi ke darat dan dibawa ke rumahnya di Blok Pangpang Desa Eretan Kulon untuk dimakamkan,” pungkasnya. (kom)