Nasib Pembangunan Museum Diorama Kota Cirebon terkatung-katung

Arsip dan sejarah Kota Cirebon bakal ditampilkan melalui museum diorama. Langkah-langkah dilakukan untuk mewujudkan diorama yang bakal dinamai “Lampahing Cirebon”. Setelah menyusun naskah akademik dan story line, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Cirebon bersama tim perumus diorama Kota Cirebon melakukan studi literatur ke Museum Diorama Balai Panyawangan Kabupaten Purwakarta dan Diorama Arsip Nasional Republik Indonesia.

“Untuk kepentingan keinginan Kota Cirebon, kita akan mendirikan diorama yang diberinama Lampahing Cirebon,” sebut Irawan dalam kunjungan ke Museum Diorama Arsip Nasional Republik Indonesia, Kamis (31/3/2016).

Penetapan lokasi museum diorama ini, sudah dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) bersama pada sejarawan dan budayawan. “Penentuan lokasinya sudah ditetapkan, bahkan surat sudah ditandatangani oleh sekda,” ucap Kepala Seksi Pengelolaan dan Layanan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Cirebon, Moh Samsudin kepada Radar Cirebon.

Namun, selang tiga tahun kemudian, saat radarcirebon.com kembali berkunjung ke Depo Arsip Kota Cirebon, persiapan pembangunan museum diorama sejarah pemerintahan kota Cirebon hanya sebatas wacana.

“Pemerintah Kota (Pemkot) tidak peduli dengan kebudayaan dan nasib sejarah Cirebon. Pasalnya, sampai saat ini Pemkot belum jelas mengurusi pembangunan Museum Diorama Cirebon,” ungkap Arsiparis Kota Cirebon, Wawan Hermawan, Rabu (12/3).

Selain itu, Wawan juga menyebutkan, Pemkot tidak ada perhatian terhadap pembangunan museum diorama Kota Cirebon. “Padahal, pembuatan draft pembentukan Museum Diorama sudah selesai tapi tidak ada pengerjaan.”

Diketahui, museum tersebut nantinya akan menampilkan sejarah Pemkot Cirebon yang terbagi dalam lima periodesasi sejarah. Periodesasi dimulai dari masuknya Laksamana Cheng Ho ke Pelabuhan Cirebon pada masa awal Kerajaan atau Kesultanan Islam Cirebon.

Kemudian perjalanan sejarah berlanjut ke kedatangan bangsa Eropa, kemudian berlanjut ke masa kolonial Belanda, masa penjajahan Jepang dan Kemerdekaan dan berakhir pada periode pasca kemerdekaan.

Menurut Wawan, pembangunan museum diorama Kota Cirebon mendorong Cirebon sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan di Indonesia, mengingat Kota Udang itu sangat berpotensi sekaligus memiliki wisata sejarah yang sangat melimpah.

“Cirebon mempunyai potensi pariwisata yang sangat banyak untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, salah satunya adalah keberadaan keraton-keraton yang dapat dijadikan objek wisata sejarah, seni dan budaya,” pungkasnya. (*)