Nelayan yang Hilang di Perairan Gebang Belum Ditemukan

ILUSTRASI
ILUSTRASI

CIREBON-Tiga perahu nelayan Gebang yang melakukan pencarian terhadap Jumadi (41) nelayan Gebang yang merupakan warga Kanci Wetan yang hilang diperairan Gebang belum membuahkan hasil. Para nelayan dan sejumlah petugas dari Polair Polda Jabar, Basarnas, dan relawan belum berhasil menemukan tubuh Jumadi yang diduga tercebur kelaut sesaat ketika akan menebar jaring ikan.

Joni, salah satu kerabat korban menyebut Jumadi berangkat dengan tiga orang lainnya sehingga total dalam perahu tersebut ada empat penumpang. Mereka, menurut Joni, berangkat Minggu (21/7)sekitar pukul 04.00 WIB dan kejadian hilangnya korban tersebut sekitar pukul 05.00 WIB.

“Lokasi hilangnya saudara saya itu sekitar satu jam perjalanan dari Pantai Baroh, berangkat berempat mau nyari ikan, baru mau pasang jaring, korban tercebur. Masih belum jelas penyebabnya apakah karena terpeleset atau karena mengantuk, teman-teman yang satu perahu ikut melakukan pencarian, yang di rumah juga masih syok, jadi keterangan penyebabnya masih belum jelas,” ujarnya.

Menurut Joni, Jumadi sebenarnya adalah warga kelahiran Desa Gebang Kulon, rumahnya berada di Blok Karang Biting. Namun, sudah sekitar dua tahun lalu, Jumadi menikah dengan warga Desa Kanci Wetan dan pindah domisili sehingga sekarang menjadi warga Desa Kanci Wetan, Kabupaten Cirebon.

“Kita masih menunggu informasi dari keluarga dan rekan-rekannya yang melakukan pencarian. Petugas juga sudah turun dan ikut melakukan pencarian. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan, kasihan anaknya masih kecil, masih umur sebulan,” imbuhnya.

Sementara itu, Perangkat Desa Gebang Mekar Duladi menyebut, korban yang hilang merupakan warga Desa Kanci Wetan, namun korban sendiri merupakan ABK dari perahu yang merupakan milik warga Desa Gebang Mekar.

“Korban bukan warga kami, kalau perahunya milik warga kami. Itu juga sebenarnya masih kerabat. Mudah-mudahan cepat ketemu, kami juga menyebar informasi ke nelayan lain jika menemukan atau melihat keberadan korban agar segera menghubungi perangkat desa atau tim pencari,” ungkapnya. (dri)