Ngaku Pegawai Bandara Kertajati, Bobol Kotak Amal Musala, Kena Deh…

YP (kanan, seragam logo Dishub) diduga mengambil uang dari kotak amal Musala Al-Muttaqin, Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.FOTO:IST/RADAR CIREBON

CIREBON-YP (51) pria berbaju mirip Dinas Perhubungan (Dishub) harus berurusan dengan polisi. Ia tertangkap tangan sedang mencuri uang dari kotak amal Musala Al-Muttaqin, Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Pelaku yang mengaku asal Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, itu awalnya pura-pura salat. Ketika situasi memungkinkan, ia pun menjebol kotak amal.

Kapolsek Ciwaringin Iptu Sanawi mengatakan kejahatan pelaku dilakukan pada Rabu (18/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika itu YP berpura-pura melaksanakan Salat Duha di musala tersebut. Setelah melihat lokasi musala sepi, tidak ada orang, pelaku kemudian mendekati kotak amal.

“Saat musala sepi, pelaku berdiri di samping kotak amal.Tapi rupanya pelaku tak sadar ada yang melihat dia sedang masukan uang dari kotak amal ke tasnya. Yang melihat itu pengurus musala Muktar Slamet. Pengurus   musala itu langsung menegur, tapi YP diam saja,” kata Kapolsek Ciwaringin Iptu Sanawi kepada Radar Cirebon.

Melihat pelaku yang diam saja, Muktar langsung berteriak maling sehingga menyita perhatian masyarakat. Untungnya, petugas Polsek Ciwaringin yang sedang patroli datang ke musala karena melihat suasana yang saat itu sedang ramai. Pelaku pun langsung diamankan oleh pihak kepolisian.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan satu buah kantung plastik yang berisi uang tunai berjumlah Rp332.000 yang diduga sebagai hasil uang curian dari kotak amal. Saat itu juga pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Ciwaringin untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan aksinya sendirian. Sementara karena uang yang diambil terbilang kecil, sehingga aksi itu masuk kategori pencurian ringan. Karena itu, pihak kepolisian akan kembali memanggil pengurus musala dan keluarga pelaku untuk dilakukan mediasi.

“Petunjuk Pak Kapolres diselesaikan dulu dengan jalur di luar hukum, tapi hanya untuk kasus yang sifat hukumnya ringan. Kita tidak bisa memenjarakan pelaku dengan kerugiannya Rp332 ribu, karena masuk dalam pencurian ringan. Jadi, kita panggil keluarga pelaku via telepon agar datang ke polsek dan kami mediasi dengan pengurus musala,” ujarnya.

Kapolsek mengaku, bilamana pihak korban, dalam hal ini pengurus musala masih berkeinginan untuk melanjutkan proses hukum, pihaknya akan mengajukan ke meja hijau pekan depan. “Kalau tetap minta lanjut proses hukumnya, masuknya tindak pidana ringan. Paling kita sidang pekan depan dan pelaku harus wajib lapor saja,” paparnya.

Sementara itu, Kamis sore (19/9), istri YP pun datang ke Polsek Ciwaringin. Saat dimintai keterangan, ternyata sang istri mengaku telah dibohongi. “Tadi kita ngobrol dengan istrinya. Ternyata, mereka baru nikah satu minggu. Kepada istrinya, YP mengaku sebagai pegawai di Bandara Kertajati. Istrinya juga didibohongi sama dia,” ungkapnya. (cep)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait