Ngompreng Truk, Bocah SMP di Kuningan Tewas Terlindas Tronton

Petugas Unit Laka Lantas Polres Kuningan melakukan olah TKP di lokasi tewasnya pelajar akibat terlindas tronton. FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN
Petugas Unit Laka Lantas Polres Kuningan melakukan olah TKP di lokasi tewasnya pelajar akibat terlindas tronton.FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Muhammad Fauzan Argia alias Gia (15), siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Kuningan meregang nyawa karena terlindas truk tronton, Minggu (24/3) sore.

Berdasarkan informasi dihimpun, kecelakaan maut tersebut terjadi di ruas Jalan Raya Cirendang-Gunung Keling sekitar 300 meter dari lampu merah Cirendang. Diduga saat itu Argia sedang dalam perjalan pulang dengan mengompreng truk tronton bernopol Z 9087 HN yang dikemudikan oleh Waljan (41) warga Wonosobo. Setelah lewat lampu merah Cirendang, Argia hendak turun dari bak tronton yang masih melaju, namun terjatuh dan akhirnya terlindas ban belakang tronton tepat di bagian kepalanya.

“Truk tronton melaju dari persimpangan Cirendang arah Gunung Keling, diduga korban hendak turun dari bak tronton namun terjatuh hingga akhirnya terlindas pada bagian kepalanya. Korban tewas seketika di lokasi kejadian, kemudian dibawa ke Kamar Mayat RSUD ’45 Kuningan,” ungkap Kanit Laka Polres Kuningan Ipda Sukma kepada Radar di lokasi kejadian.

Sukma mengatakan, dari keterangan saksi di lokasi kejadian, korban saat itu tengah mengompreng bersama dua temannya. Namun demikian, pihaknya belum mendapat informasi keberadaan dua teman korban yang menyertai korban saat kejadian.

“Yang pasti saat ini truk tronton dan sopirnya sudah diamankan di mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi di lokasi kejadian dan mencari keberadaan dua teman korban yang ikut ngompreng bersama korban,” ungkap Sukma.

Sementara itu di Kamar Mayat RSUD ’45 Kuningan sejumlah keluarga dan teman korban terlihat berkerumun menunggu pemulangan jenazah Gia. Adalah Haikal salah satu teman Argia yang tampak sedih kehilangan salah satu teman terbaiknya tersebut.

“Saat kejadian saya dan teman-teman sedang main bola. Dapat kabar Gia kecelakaan, langsung saya dan teman-teman ke tempak kejadian ternyata benar itu Gia,” ungkap Haikal yang mengaku langsung mengenali korban dari jaket yang dikenakannya.

Haikal mengatakan, dirinya telah berkali-kali mengingatkan Argia untuk jangan pernah mengompreng saat pulang sekolah ataupun main jauh. Namun nasihat tersebut ternyata tidak dituruti Gia hingga akhirnya kemalangan tersebut pun terjadi.

“Saya tahu Gia sering main jauh bersama teman-temannya ngompreng truk, kadang ke Cikijing atau ke Cirebon. Tidak tahu dia mainnya kemana. Saya sudah berkali-kali mengingatkan jangan ngompreng karena bahaya. Tapi malah masih dilakukan. Sekarang kejadian seperti ini,” katanya sedih. (fik)