Niat Pindahkan Tiang PLN, Buruh Bangunan Kesetrum, 1 Orang Tewas, 1 Mengalami Luka

Casnadi ditemani keluarga setelah sempat dilarikan ke rumah sakit akibat tersengat listrik. Kanan, tiang listrik milik PNL di lahan warga yang hendak dibangun pondasi rumah. FOTO-FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
Casnadi ditemani keluarga setelah sempat dilarikan ke rumah sakit akibat tersengat listrik. Kanan, tiang listrik milik PNL di lahan warga yang hendak dibangun pondasi rumah.FOTO-FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Kejadian itu bikin panik. Secara tiba-tiba. Sejumlah buruh bangunan yang sedang mengerjakan pondasi rumah milik Nali, warga Desa Serangkulon, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, langsung histeris. Di antara para buruh itu, ada dua orang yang tiba-tiba tersengat listrik saat hendak memindahkan tiang milik PLN yang menghalangi proses pembuatan fondasi rumah.

Satu di antaranya tidak bisa tertolong dan meninggal dunia saat dibawa ke RSUD Waled, sementara satu lainnya mengalami luka bakar di bagian pinggang kanan dan diperbolehkan pulang. Korban meninggal diketahui bernama Mahmud (58) warga RT 06 RW 03, Desa Serangkulon, sementara korban selamat adalah Casnadi (65) warga RT/RW 03,  Desa Serangkulon.

Menurut keterangan Casnadi, ia dan beberapa rekan buruh berencana membuat pondasi rumah. Ia dan korban meninggal ditugaskan untuk memindahkan tiang PLN yang ada di lahan itu. “Itu kan tiang tadinya gak nyetrum. Tapi pas mulai proses pemindahan dengan digali dan digoyang-goyang, langsung nyetrum,” cerita Casnadi yang dijumpai Radar di rumahnya usai kejadian, kemarin.

Setelah sengatan listrik tersebut, Casnadi mengaku sudah tidak ingat apa-apa lagi. Ia pingsan dan baru sadar kemudian di rumah sakit. “Cerita lainnya saya gak tahu karena setelah kejadian itu saya pingsan. Kalau dengar dari yang lain, yang bikin korban meninggal itu karena kakinya menempel langsung di tiang besi dan sulit lepas. Ditambah kondisi di sekitarnya banyak air,” ungkap Casnadi.

Sementara itu, di lokasi kejadian, rangkain kabel dan listrik yang menempel pada tiang tersebut sudah dilepas pihak PLN. Menurut keternagan pemilik lahan, Rajan, ia tidak mengetahui secara persis kapan tiang itu dipasang. Yang jelas tiang itu berada di lahan yang akan dibuat rumah oleh anaknya Nali.

“Ini lahan saya, saya juga tidak tahu kapan PLN pasang tiang ini. Inisiatif kenapa mau mindahin tiang karena sebelumnya sudah nanya ke petugas pencatat meter untuk mindahin tiang. Katanya bisa, makanya dipindahin,” jelasnya.

Terpisah, Humas PLN Cirebon Amir Machmud saat dihubungi Radar mengatakan pemindahan tiang itu tanpa izin dan konfirmasi ke pihaknya. “Tidak ada konfirmasi ke PLN. Tapi nanti untuk lebih detailnya saya akan tanya petugas di lapangan seperti apa kejadiannya,” ungkapnya. (dri)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait