Nyamar Jadi Kelurga Pasien, Gasak 2 HP, Pelaku Diduga Ibu-ibu

ILUSTRASI

CIREBON-Aksi pencurian menimpa keluarga pasien saat menjenguk anggota keluarga mereka yang tengah dirawat di RS Sumber Kasih, Jl Siliwangi, Kota Cirebon. Pelaku pencurian terbilang nekat karena beraksi di dalam rumah sakit yang dijega ketat pihak keamanan dan terpantau kamera CCTV.

Marketing dan Humas RS Sumber Kasih Ika Atikah mengatakan, peristiwa pencurian terjadi di lorong depan ruang perawatan pasien bayi atau Ruang Perina, Senin dini hari lalu (18/3) sekitar pukul 00.15 WIB. Saat kejadian, para korban tengah tertidur di lantai.

Sedangkan posisi telepon seluler (ponsel) milik keluarga pasien sedang diisi daya baterai (charge) di lokasi yang cukup jauh dari lokasi korban tidur. “Kalau dari yang kami lihat di rekaman CCTV, posisi tidur korban berjarak sekitar 5 meter dari colokan (stop kontak, red),” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Alhasil, kedua korban terkejut ketika terbangun dan mengetahui dua HP mereka sudah tidak berada di tempat. Para korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan rumah sakit sekitar pukul 09.00 WIB. “Mereka juga meminta agar kami memutar rekaman CCTV untuk mengetahui pelakunya,” imbuh Ika.

Namun, saat itu pihaknya belum dapat mengabulkan permintaan tersebut lantaran petugas IT tengah mengambil cuti. Baru pada keesokan harinya, pihak rumah sakit memperlihatkan rekaman CCTV kepda para korban. “Keluarga pasien ingin tahu apakah ibu-ibu yang dicurigai itu benar sebagai pelakunya. Jadi sudah ada kecurigaan kepada orang tertentu. Dan ternyata benar, ibu-ibu itu yang mencuri,” jelas Ika.

Dikatakan Ika, kecurigaan pihak keluarga terhadap ibu-ibu dengan ciri-ciri yang terlihat di CCTV tersebut karena sebelum kejadian, mereka sempat berbincang cukup lama di lokasi pencurian. Rupanya itu merupakan modus yang digunakan pelaku untuk memuluskan aksi tersbut. Kepada korban, pelaku mengaku sama-sama tengah menjenguk anggota keluarga yang tengah dirawat di ruang ICU.

Ruang ICU dan ruang perawatan bayi sama-sama berada di lantai 2. “Pelaku membaur dengan keluarga pasien, sudah saling ngobrol. Pelaku ini mengaku hanya sebatas numpang ngecas HP di lokasi itu. Kurang lebih satu jam membaur dengan keluarga pasien,” tutur Ika.

Ika menambahkan, pihaknya memang tidak menyediakan ruangan khusus untuk keluarga pasien di Ruang Perina. Meski begitu, pihaknya telah memberitahu kepada para korban agar menyimpan barang berharga di tempat aman. “Sejam sebelum kejadian, pihak keamanan kami sudah berpatroli dan mengingatkan juga simpan barang berharga dengan baik gitu kan,” akunya.

Hasil keterangan para perawat menyebutkan jika pelaku tidak terdaftar sebagai keluarga pasien. Ia diduga sengaja datang hanya untuk melakukan aksi jahatnya tersebut. Ini berdasarkan data keluarga pasien yang tercatat oleh pihak rumah sakit.

“Tidak ada keluarga pelaku yang dirawat di sini. Jadi memang adalah modusnya mungkin masuk mengaku-ngaku keluarga pasien. Dia lalu mendekati korban, kemudian saat korban lengah langsung diambil barangnya,” pungkas Ika. (day)