Ormas Indramayu Boikot Kunker Uu, Kecewa Pindahkan Embarkasi ke Majalengka

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di Cirebon. FOTO: POJOKSATU

INDRAMAYU – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Indramayu, mengecam keras pernyataan Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum yang dinilai kontroversi. Bahkan, mereka akan memboikot rencana kunjungan kerja (kunker) Uu ke Indramayu, Selasa (21/5).

Uu menyatakan, kompleks Islamic Center Majalengka sudah memenuhi syarat dijadikan asrama haji untuk embarkasi Bandara Internasinoal Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Pernyataan itu disampaikan Uu saat acara Safari Ramadan di Kabupaten Majalengka beberapa hari lalu.

“Apa yang dikatakan Uu itu kontroversi dengan kesiapan dari Kementrian Agama RI yang sudah menunjuk Kabupaten ndramayu. Kementerian Agama RI, sudah membuat MoU demgan Pemkab Indramayu bahwa pembangunan asrama haji untuk embarkasi BIJB Kertajati dikatakan sudah final di Indramayu,” jelas Ketua MUI Kabupaten Indramayu, KH Moh Syatori.

Uu sebagai Wakil Gubernur Jabar seharusnya dalam membuat pernyataan harus dipikirkan terlebih dahulu dan jangan asal bunyi. Sebab, kata Syatori, rencana awal  pembangunan embarkasi BIJB Kertajati sudah disetujui semua unsur terkait termasuk Kementerian Agama RI. Terlebih, Pemrov Jabar tidak memiliki wewenang untuk membatalkan kesepakatan rencana pembangunan embarkasi yang sudah disepakati.

“Wagub Jabar Uu kurang bijak dalam pemerataan pembangunan di wilayah Jabar. Kabupaten Majalengka sudah mendapat BIJB Kertajati dan sekarang embarkasi mau diambil lagi. Sehingga menimbulkan kemarahan masyarakat Indramayu,” tegas mantan anggota dewan ini seraya mendukung sejumlah ormas dan kepemudaan untuk memboikot kunker Uu ke Indramayu.

Syatori menambahkan, dengan dibangunnya Tol Cipali berdampak besar pada pertumbuhan ekenomi masyarakat Indramayu. Bahkan sejumlah pedagang kecil yang berada di sepanjang jalan pantura, mengalami kebangrutan.

Bukan hanya itu, penadapat asli daerah (PAD) Indramayu mengalami penurunan yang cukup drastis. Sehingga menurutnya, Uu harus paham, bukan malah mau mengalihkan pembangunan embarkasi.

“Perlu dicatat Uu, kemenangan pasangan Ridwan Kamil-Uu (Rindu) pada pemilihan gubernur (pilgub) Jabar itu suara dari masyarakat Indramayu. Dan, sudah seharusnya  pasangan Rindu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indramayu, bukan sebaliknya,” sindirnya.

“Kami sangat kecewa dengan pernayataan Uu yang akan mengalihkan pembangunan embarkasi ke Majalengka. Padahal Kementerian Agama RI sendiri sudah menetapkan di Indramayu,” tukasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Indramayu, Yoga Rahadiansyah. Dia mengaku kecewa dengan renacana Wagub Jabar Uu, memindahkan pembangunan asrama haji untuk embarkasi BIJB Kertajati.

Sementara Kementerian Agama RI telah menetapkan lokasi pembangunan asrama haji  untuk embarkasi di Indramayu. Bahkan, kata dia, pemkab telah menyerahkan hibah tanah yang diperuntukkan bagi pembangunan asrama haji kepada Kementerian Agama.

“Yang jelas kami kecewa dengan Uu dan siap memboikot setiap kunker Uu ke Indramayu,” tegasnya. (dun)

Berita Terkait