OTT Romahurmuziy, Video Lawas Romi Ramai Diunggah Warganet: Hari Ini Pejabat, Besok Bisa Langsung Jadi Penjahat

Video Lawas Romahurmuziy: Hari Ini Pejabat, Besok Bisa Langsung Jadi Penjahat (Secreenshoot @MRomahurmuziy 9 Des 2018)

“Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan bahkan bulan sebagaimana disampaikan penyelidik, maka inilah resiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme-religius yang moderat,” demikian tulis surat terbuka Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Sabtu (16/3).

Ia yang kerap disapa Romi akhirnya mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih 12 jam. Belakangan, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video lawas Romi di Hari Anti Korupsi, 9 Desember 2018. “Bagi saya berpolitik adalah Hobi, bukan sumber penghasilan,” cuitannya saat itu.

 

Dalam video tersebut, Romahurmuziy juga mengatakan bahwa arti seorang pejabat dan penjahat yang beda tipis.

“Hari ini menjadi politisi itu tidak sebangga menjadi politisi bahkan menjadi anak politisi di zaman orde baru. Kenapa? Karena sekarang ini antara pejabat dengan penjahat itu beda tipis. Hari ini pejabat besok langsung bisa menjadi penjahat,” ujarnya dalam video.

Romahurmuzy juga mengungkapkan alasan banyaknya pejabat yang menjadi penjahat itu karena sistem politik yang berbiaya tinggi.

Alasan tersebut disebutnya bisa menjadikan banyak pejabat melakukan pelanggaran.

Kini, kolom komentar dalam video tersebut juga langsung dibanjiri oleh tanggapan para netizen.

Seperti yang dituliskan oleh akun

“Selamat menempuh hidup baru,” tulis akun

“Almarhum Buya Ismail Hasan Metareum mungkin meratap saat melihat partai yang Beliau tinggalkan jadi seperti sekarang…,” tulis akun

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Sidoarjo, Jawa Timur dan menahan sejumlah pihak, diantaranya Ketua Umum PPP Romahurmuzy, Jumat (15/3/2019). Setelah dilakukan serangkaian penindakan, KPK mengamankan uang sebanyak ratusan juta rupiah dalam operasi yang berawal di daerah Jawa Timur itu.

“Untuk uang yang diamankan sekitar seratusan juta (rupiah). Ini di luar dugaan penerimaan sebelumnya,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019) dini hari.

Rommy diamankan karena diduga menerima uang untuk pengaturan jabatan di Kemenag.

“Pokok perkaranya itu kan terkait dengan pengisian jabatan ya pengisian jabatan pimpinan tinggi. Pimpinan tinggi ada beberapa lapis, di bawah pimpinan tinggi bisa di pusat bisa di daerah misalnya kalau di daerah. Kalau di daerah kan ada Kanwil atau jabatan-jabatan yang lain,” ungkap Febri.

KPK pun menyebut kalau pihaknya semakin yakin adanya dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin itu.

Namun, KPK akan menyampaikan informasi terkait operasi tangkap tangan serta status sekitar 6 orang yang dibawa dalam konferensi pers pada Sabtu (16/3/2019). (*)