Pabrik Gilingan Beras di Desa Suranenggala Lor Terbakar

Api Diduga dari Sekam yang Menempel di Mesin Diesel

Petugas Damkar Kabupaten Cirebon sedang melakukan pemadaman api di lokasi pabrik gilingan beras yang terbakar. FOTO:IST/RADAR CIREBON
Petugas Damkar Kabupaten Cirebon sedang melakukan pemadaman api di lokasi pabrik gilingan beras yang terbakar.FOTO:IST/RADAR CIREBON

CIREBON-Pabrik penggilingan beras milik Pipit Pitria Ningsih di perbatasan Desa Suranenggala Lor dan Lemahtamba, Senin (20/5),  sekitar pukul 15.55 WIB, terbakar. Beruntung, meski ada pekerja, kebakaran pabrik tidak sampai memakan korban jiwa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cirebon, kebakaran tersebut terjadi pada saat mesin penggilingan beras beroperasi. Diduga percikan api dari sekam menempel di mesin diesel, sehingga menyebabkan kebakaran. Pegawai pabrik yang mengetahui hal itu, langsung mencoba melakukan pemadaman dengan alat seadanya dan mengontak Dinas Pemadam Kebakaran.

“Kami menerima telepon dari Pos Jaga Gunungjati yang menyatakan ada kebakaran di pabrik penggilingan beras milik Pipit Pitria Ningsih di Desa Suranenggala Lor Kecamatan Suranenggala. Kita langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Eno Sujana Kasi Tanggap Darurat Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon.

Dikatakan Eno, api tidak sampai menyebar dan dapat dipadamkan kurang dari satu jam. “Alhamdulillah, api padam sekitar 30 menit, dengan mengahabiskan 2 tangki air dari mobil Pos Jaga Gunungjati dan Arjawinangun,” ujarnya.

Selain personel Pemadam Kebakaran, anggota Polsek Kapetakan juga datang dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian serta memintai keterangan saksi. “Dari keterangan saksi, percikan api diduga dari sekam yang menempel pada diesel. Memang karena kelalian. Tapi, untung tidak besar karena ada pekerja untuk segera memadamkan api dan tidak ada korban luka-luka,” ujar Kapolsek Kapetakan AKP Bambang Santosa.

Dari pemeriksaan di lokasi kejadian, pihaknya juga menilai kerugian korban tidak besar. “Yang terbakar 200 karung kosong dan asbes saja. Diperkirakan tidak sampai Rp10 juta,” imbuhnya. (cep)