Pabrik Pembuat Bantal dan Rumah Ludes Terbakar

Petugas Damkar berjibaku menaklukkan api yang melalap bangunan rumah dan pabrik. FOTO: CAPTURE VIDEO
Petugas Damkar berjibaku menaklukkan api yang melalap bangunan rumah dan pabrik.FOTO: CAPTURE VIDEO

CIREBON–Kebakaran hebat terjadi di Blok Blawong, RT/RW 03, Desa Tangkil, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Selasa (10/9), sekitar pukul 09.55 WIB. Kebakaran itu, menimpa pabrik pembuatan bantal beserta rumah milik Ambari.  Si jago merah melalap hampir semua harta milik Ambari. Seisi rumah dan pabrik ludes terbakar.

Kasi Tanggap Darurat Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sujana mengatakan, kebakaran itu diketahui pertama oleh pegawai saat melihat adanya kepulan asap dan percikan api di ruang produksi. Karena bahan yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan menyebar ke bagian lainnya.

Rumah korban yang menyatu dengan pabrik cepat dilalap api. Warga setempat kemudian menelpon pemadam kebakaran. “Kita mendapatkan informasi dari masyarakat.  Langsung kirim 4 armada mobil damkar dari Pos Jaga Arjawinangun, Palimanan, Weru,  dan Sumber. Api, sudah besar dan sudah membakar rumah korban yang menyatu dengan pabrik,” jelasnya.

Eno bersyukur, kedatangan petugas damkar disambut baik oleh warga setempat. Bahkan, masyarakat juga berperan aktif membantu petugas untuk memadamkan api. Dengan cara memasukkan air secara gotong royong ke dalam tangki damkar, dan dengan tertib memadamkan api yang bisa dipadamkan. “Baru kali ini, semua masyarakat membantu kita. Mereka tertib. Kalau ditanya berapa tangki habis, kami tidak bisa menghitung karena banyak air dari masyarakat yang membantu,” paparnya.

Selain rumah dan pabrik milik korban, api membesar sempat merembet samping tiga  rumah yang dekat dari lokasi kejadian. “Ada tiga rumah sempat terbakar, tombok gosong. Tapi, penanganan kita menyelamatkan yang bisa diselamatkan dulu, sehingga api tidak sampai menyebar ke tetangga,” terangnya. Setelah berjibaku api berhasil dipadamkan dan didinginkan sekitar pukul 12.45 WIB. “Kerugian di atas Rp500 juta. Penyebab awal api diduga dari mesin produksi yang korsleting,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto melalui Kasubag Humas Iptu Muhyidin mengatakan, dari pemeriksaan saksi bernama Ari yang saat itu sedang bekerja, melihat percikan api dari salah satu dinamo listrik mesin penghancur kain serta busa. (cep)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait