Pacu Kreativitas Guru dan Siswa dengan Workshop Literasi

WORKSHOP-LITERASI
PACU KREATIVITAS: Sejumlah narasumber memberikan materi acara workshop literasi yang dihelat SMAN 5 Kota Cirebon, akhir pekan kemarin. FOTO: HUSAIN ALI/RADAR CIREBON

CIREBON – Sebanyak 60 puluh peserta terdiri dari guru dan siswa sejumlah sekolah, mengikuti workshop literasi bertajuk “In House Training” di SMAN 5 Kota Cirebon, Sabtu (24/8) kemarin. Kegiatan itu merupakan salah satu program sekolah zonasi.

Dalam workshop literasi, panitia menghadirkan sejumlah pemateri sesuai target yang dicanangkan. Sementara materi workshop sendiri terkait karya tulis populer dan penulisan buku bagi pemula.

Harapannya, peserta workshop literasi bisa membuat karya tulis ilmiah maupun populer yang dituangkan dalam bentuk artikel koran maupun buku. Bahkan targetnya, peserta yang ikut serta workshop literasi, mampu membuat dua buku ilmiah populer bagi guru dan dua buku kumpulan cerpen bagi siswa.

“Pada tahap awal (tahun pertama) program sekolah zonasi ini kita tidak memfokuskan tema dari karya tulis ilmiah populer. Hal ini dimaksudkan agar guru-guru bisa bebas menuangkan apa pun yang dikehendaki sesuai kretivitasnya. Untuk tahap selanjutnya kita akan memfokuskan karya guru dalam satu tema besar yang disesuaikan dengan visi dan misi sekolah,” kata Plt Kepala SMAN 5 Kota Cirebon, Dr Nendi SPd MM.

Nendi menjelaskan, sekolah zonasi merupakan kelanjutan dari program sekolah rujukan. Secara ruh memiliki tujuan yang sama dalam rangka percepatan pemarataan pendidikan dan ketercapaian standar nasional pendidikan.

“Untuk wilayah Kota Cirebon, SMAN 5 Cirebon ditunjuk sebagai salah satu sekolah zonasi. Merupakan berkah tersendiri bagi kami, SMAN 5 Cirebon, yang sedang fokus pada peningkatan mutu internal dalam pelayanan pendidikan. Di mana program-program peningkatan mutu itu sejalan dengan yang dikehendaki Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program sekolah zonasi ini,” tutur Nendi.

Ada beberapa kegiatan yang menjadi inti dari program kegiatan sekolah zonasi ini. Secara umum terbagi dua program. Pertama, In House Training (IHT) dalam rangka pemenuhan standar nasional lendidikan (SNP). Di mana di dalamnya ada beberapa mata kegiatan di antaranya, Workshop Implementasi e-Rapor, Workshop Penyusunan Naskah Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills), Workshop Penyusunan Naskah e-Modul, Pembuatan Video Materi Belajar dan Pendampingan Sekolah Imbas.

Kedua, pogram keunggulan sekolah zonasi. Di mana pada program ini terdiri dari beberapa kegiatan, di antaranya Implementasi Kurikulum Kemaritiman karena SMAN 5 Cirebon ditunjuk sebagai satu-satunya sekolah dengan muatan kemaritiman. Berikutnya Workshop Tari Topeng. Lalu Worksop Literasi bagi guru dan siswa.

“Besar harapan kami program yang dibiayai pemerintah ini semakin mempercepat ketercapaian standar nasional pendidikan dan memacu motivasi dan kretaivitas guru dan siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan outcome kita,” tutur Nendi.

Selain itu, Nendi juga berharap, bisa memberikan dampak bagi sekolah-sekolah sekitar. “Karena memang dalam program sekolah zonasi ini kita mengikutsertakan beberapa sekolah lain sebagai sekolah imbas,” imbuhnya.

Selain dari SMAN 5 Cirebon, peserta juga merupakan perwakilan dari SMAN 4 Cirebon, SMAN 7 Cirebon. Lalu dari sekolah swasta seperti SMA Sekar Kemuning, Taman Siswa dan lainnya. (hsn)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait