Pacuan Kuda Tradisional Merihakan Hari Jadi Ke- 521 Kuningan

pacuan-kuda-tradisional
Kuda-kuda yang sering mangkal di pasar ikut memeriahkan lomba pacuan kuda tradisional, Minggu (22/9). Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Sedikitnya 56 kuda penarik delman yang setiap hari mangkal di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kuningan kemarin berlomba adu cepat dalam lomba pacuan kuda tradisional yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kuningan, kemarin. Lomba pacuan kuda ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kuningan yang ke-521 yang jatuh pada tanggal 1 September lalu.

Tak hanya kuda, joki alias penunggangnya pun merupakan kusir delman yang setiap hari menemani sang kuda mencari penumpang di pasar. Sehingga tak heran saat perlombaan berlangsung banyak kejadian lucu yang cukup menghibur para penonton seperti kuda yang mogok atau si joki yang terjatuh karena tak kuasa mengendalikan dari atas pelana kuda. Pihak panitia mengelompkkan kuda-kuda pacu dadakan tersebut dalam lima kelas yang didasarkan pada postur tubuh dan ketangkasannya. Kuda-kuda

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan Jaka Chaerul mengatakan lomba pacuan kuda tradisional ini merupakan kegiatan rutin yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Kuningan. Menurut Jaka, lomba ini sengaja digelar sebagai salah satu hiburan dan memberikan kegembiraan kepada masyarakat terutama para pemilik delman yang banyak terdapat di Kabupaten Kuningan.

“Kabupaten Kuningan terkenal dengan Kota Kuda karena banyak kuda delman yang mangkal di pasar dan pusat-pusat keramaian. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Kuningan mengajak para pemiliki kuda dan masyarakat untuk bergembira memeriahkan hari jadi Kuningan dengan menggelar lomba ini sekaligus menjadikannya sebagai agenda tahunan pariwisata kebanggaan Kabupaten Kuningan,” kata Jaka.

Diakui Jaka, agenda rutin tahunan para kusir delman ini hampir tidak diadakan tahun ini karena terkendala biaya. Namun berkat jerih payah pihak panitia dan dorongan Ketua Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kuningan H Ade Petruk, akhirnya acara ini bisa kembali digelar.

“Seperti kita ketahui, anggaran dinas tahun ini banyak yang dipankas untuk menyelesaikan tunggakan BPJS yang berdampak pada terhambatnya sejumlah program dinas, salah satunya lomba Pacuan Kuda Tradisional ini. Namun berkat kerja keras kami dan dukungan dari Pak H Ade Petruk selaku ketua Pordasi, alhamdulillah lomba pacuan kuda tradisional ini bisa kami gelar lagi,” ujar Jaka yang mengaku mengikutsertakan tiga kudanya dalam lomba kali ini.

Ditambahkan Ketua Pordasi Kuningan H Ade Petruk, berharap kegiatan lomba pacuan kuda tradisional ini bisa terus terselenggara selain sebagai hiburan rakyat dan pariwisata juga untuk memunculkan bakat atlet berkuda di Kabupaten Kuningan. Menurut Petruk, dari kegiatan yang terbilang sederhana ini saja sudah memunculkan satu atlet berkuda asal Kuningan yang berprestasi di tingkat nasional. Dia optimistis, jika acara ini dikemas lebih profesional dan arena sirkuit yang lebih memadai akan semakin bermunculan atlet-atlet berkuda asal Kuningan yang berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

“Alhamdulillah salah satu joki asal Kuningan yaitu Agung Jaelani meraih medali emas dalam even pacuan kuda profesional di tingkat nasional. Oleh karena itu saya sangat mendorong kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk meningkatkan keberadaan arena pacuan kuda Kuningan ini menjadi lebih proporsional sehingga memacu para atlet-atlet lokal semakin giat berlatih dan berprestasi di tingkat lebih tinggi,” harap Petruk.

Sementara Wakil Bupati Kuningan M Ridho Suganda mengungkapkan, lomba pacuan kuda tradisional ini menjadi salah satu agenda wisata Kuningan yang diharapkan banyak menarik wisatawan baik lokal maupun asing. Dikatakan, susai namanya pacuan kuda tradisional ini mempunyai sejumlah keunikan, mulai dari pesertanya merupakan kuda dan joki yang sehari-hari mangkal di sejumlah pasar dan pusat keramaian di Kabupaten Kuningan dan pakaian yang dikenakan pun seadanya saja.

“Meski ini terlihat sangat tradisional namun itu lah keunikan dan kelebihannya. Kuningan terkenal dengan sebutan Kota Kuda karena banyak terdapat delman di sejumlah pasar dan pusat keramaian, kini kuda-kuda tersebut dilombakan dalam pacuan kuda tradisional, praktis menjadi tontonan yang seru dan mengasyikkan. Insya Allah kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan yang tidak boleh terlewatkan dan semakin baik ke depannya, sebagai hiburan rakyat sekaligus daya tarik wisatawan,” pungkas Ridho. (fik)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait