Padamkan Ciremai Habiskan 276.000 Liter Air

HELIKOPTER-WATER-BOMBING-BNPB
TUNTAS: Helikopter Mi-8 melakukan pemadaman dengan mengebomkan air kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai yang terbakar. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Penanganan kebakaran kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dinyatakan tuntas, Senin (15/10). Diakhiri pembasahan dengan water bombing dari pesawat helikopter Mi-8 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 43 kali pengeboman air dari Situ Cipariuk, Pasawahan, Kuningan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengatakan, pada hari terakhir proses pembasahan lahan Ciremai yang terbakar kemarin fokus dilakukan di tiga lokasi. Yaitu Blok Panyusupan Batu Arca, Sigedong dan Cicangkrung.

Pembasahan dilakukan dua tahap, yaitu pagi pada pukul 9.17 WIB hingga pukul 11.43 WIB sebanyak 22 kali. Dilanjut pada siang hari mulai pukul 14. 07 hingga pukul 16.00 WIB sebanyak 21 kali dengan kapasitas air yang diterjunkan setiap kali pengeboman sebanyak 4.000 liter.

“Pengambilan air dilakukan dari Situ Cipariuk di Desa/Kecamatan Pasawahan sejak pagi hingga sore kemudian ditumpahkan ke tiga lokasi tadi. Alhamdulillah pembasahan berlangsung lancar sehingga dinyatakan semua kawasan Ciremai yang terbakar sudah padam dan tidak ada lagi terlihat kepulan asap,” ungkap Agus kepada Radar Kuningan.

Dengan berakhirnya pengeboman tersebut, Agus memastikan operasi pemadaman kebakaran Ciremai yang berlangsung dua pekan lebih tersebut sudah berakhir. Adapun total lahan hutan Ciremai yang terbakar, kata dia, seluas 1.310 hektare ditambah 19 hektare lahan Kebun Raya Kuningan (KRK).

“Hari ini (kemarin, red) kami nyatakan operasi penanganan kebakaran hutan Ciremai berakhir. Pesawat helikopter Mi-8 dari BNPB sudah kembali ke Jakarta dan posko BPBD di Pasawahan pun dibubarkan,” ujar Agus.

Atas hal tersebut, Agus mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat. Telah membantu proses pemadaman kebakaran hutan Ciremai yang berlangsung selama 15 hari mulai dari Pemerintah Kabupaten Kuningan, BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kuningan, BTNGC, MPA, relawan dan penggiat PB dan tak lupa anggota TNI dan Polri.

Agus pun berharap kejadian kebakaran serupa tidak kembali terjadi. Termasuk kebakaran tahun ini menjadi pelajaran yang berharga untuk pencegahan hal serupa di masa yang akan datang.

“Mudah-mudahan kebakaran hutan Ciremai tidak terjadi lagi. Terlebih saat ini beberapa daerah di Kabupaten Kuningan sudah mulai diguyur hujan, semoga ini pertanda wilayah Kuningan mulai memasuki musim penghujan sehingga kawasan Ciremai bisa aman,” ucap Agus.

Senada diungkapkan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuswandono. Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran Ciremai.

Kuswandono mengatakan, kebakaran hutan Ciremai tahun ini tidak hanya merepotkan banyak pihak. Melainkan menimbulkan kerugian yang sangat besar.

“Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemadaman kebakaran Ciremai yang sudah mengorbankan waktunya dan tanpa pamrih bergotong royong memadamkan api siang dan malam. Kebakaran hutan Ciremai ini telah menimbulkan kerugian sangat besar, bukan hanya secara materil namun juga terhadap dampak lingkungan. Mengenai penyebabnya, tengah dalam penyelidikan pihak berwajib dan jika ditemukan ada unsur pelanggaran hukum maka kami tidak segan untuk menindak pelakunya sesuai aturan yang berlaku,” tutur Kuswandono. (fik)