Padamkan Kebakaran Gunung Ciremai Kerahkan Helikopter Water Bombing

Kabupaten Kuningan
kebakaran-ciremai-hari-ke-12BELUM MAKSIMAL: Kebakaran hutan Ciremai yang memasuki hari ke-12 belum juga padam. Luas area yang terbakar pun bertambah mencapai 1.210 hektare. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Hari ke-12 kebakaran hutan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) ternyata belum juga padam. Untuk penanganan selanjutnya, pemadaman akan dilakukan dengan menggunakan pesawat water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan Agus Mauludin mengatakan, telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dan BNPB untuk penanganan kebakaran hutan Ciremai. Hasilnya, pesawat water bombing helikopter Mi-8 siap diberangkatkan apabila kondisi kebakaran belum juga tertangani.

“Keputusannya Kamis (tadi) malam ini, apabila kebakaran masih meluas maka pemadaman akan dilakukan menggunakan pesawat helikopter Mi-8 milik BNPB untuk melakukan water bombing. Pesawat sudah siap, tinggal menunggu permintaan dari kita. Kalau sampai malam ini masih belum bisa ditangani secara manual maka pesawat water bombing siap meluncur,” ungkap Agus kepada Radar, kemarin (11/10).

Agus mengatakan, setelah pihaknya mengajukan permintaan kiriman bantuan water bombing, maka saat itu juga pesawat helikopter tersebut meluncur. Rencananya pesawat akan disiagakan di Bandara Penggung Cirebon.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kabupaten Kuningan, kebakaran hutan di kawasan TNGC hingga kemarin sudah mencapai 1.210 hektare (ha). Kebakaran yang bermula dari Blok Erpah Desa Cibuntu pada tanggal 30 September lalu, sempat merembet hingga kawasan Kebun Raya Kuningan (KRK) Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan dan kini berbalik arah kembali ke timur hingga menjangkau Blok Bintangot, Desa Seda, Kecamatan Mandirancan.

“Kendalanya, kawasan TNGC di sebelah Utara ini merupakan daerah berbatu dan ditumbuhi ilalang yang kini sudah sangat kering. Banyaknya bahan bakar ini yang membuat api dengan mudah merembet dan sulit untuk tim melakukan pemadaman,” papar Agus.

Upaya tim gabungan dari BPBD, Balai TNGC, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI-Polri dan relawan memadamkan dengan cara manual dan menggunakan jet shooter ternyata tak bisa memadamkan api secara total. Begitu juga upaya sekat bakar yang sudah banyak dibuat, ternyata tak bisa menghadang api yang menyeberang terbawa angin sehingga memperluas lahan hutan yang terbakar.

“Kendala lainnya adalah, ternyata lahan yang sudah dinyatakan padam pun masih menyisakan bara api di balik batu ataupun akar pohon yang sewaktu-waktu bisa menyala kembali. Seperti yang terjadi di Blok Cileutik, setelah dinyatakan padam ternyata kembali menyala dan akhirnya merembet hingga sekarang menjangkau Blok Bintangot dan kawasan hutan alam,” ujar Agus.

Dalam upaya penanganan kebakaran tersebut, kata Agus, setiap hari diterjunkan puluhan personel gabungan dari BPBD, TNGC dan TNI-Polri serta relawan dan MPA menyisir setiap titik api. Selain itu telah dibuat posko di Lapangan Sepak Bola Pasawahan yang terus memantau pergerakan api setiap hari.

“Malam ini kita kerahkan 90 personel gabungan menuju titik api yang tersebar memanjang dari Blok Panyusupan Batu Arca mengarah ke timur Blok Bintangot. Kami belum bisa memprediksi apakah malam ini api bisa padam atau tidak,” tandasnya. (fik)