Pameran Mengedepankan Produk Lokal untuk UMKM

Produk UMKM Kota Cirebon dipamerkan dalam sebuah kegiatan belum lama ini. UMKM Cirebon menjadi potensi unggulan yang perlu dikembangkan. FOTO:YUSUF SUEBUDIN/RADAR CIREBON
Produk UMKM Kota Cirebon dipamerkan dalam sebuah kegiatan belum lama ini. UMKM Cirebon menjadi potensi unggulan yang perlu dikembangkan.FOTO:YUSUF SUEBUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON–Produk lokal atau khas memang harus ditonjolkan. Tidak terkecuali terhadap perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kota Cirebon tengah giat. Memunculkan inovasi baru dengan menggali produk lokal khas daerah.

Cirebon terkenal dengan masakan dan oleh-oleh. Di situ, UMKM menemukan peluang. Responsnya terbilang bagus. Hanya bagaimana pemerintah daerah untuk mensupport. Mendorong produk lokal, agar tidak kalah saing. Salah satunya, melalui promosi atau pemasaran.

Kampus STMIK IKMI Cirebon juga pernah melakukan pengabdian kepada masyarakat terkait perkembangan UMKM. Sebagai sekolah tinggi yang membidangi ilmu komputer, STMIK IKMI berperan memasarkan produk melalui dunia digital.

Kegiatannya, IKMI menggandeng Politeknik Pariwisata Prima Internasional. Khususnya dosen yang mengusai ilmu tata boga. Yaitu sebagai pemberian materi terhadap para ibu-ibu, mengenai bagaimana membuat produk makanan dengan waktu expired yang lebih panjang dari biasanya.

“Kita juga berikan materi mengenai bagaimana mengemas produk agar lebih menarik untuk dilihat. Ibu-ibu di sini memiliki keterbatasan mengenai bagaimana memberikan cap halal dan label BPOM. Mudah-mudahan melalui pelatihan ini, UMKM sekitar menjadi lebih berkembang dan banyak di lirik,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan yang juga dosen IKMI  Cirebon, Fidya Arie Pratama.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi UKM Disdagkop-UKM Kota Cirebon Saefudin Jupri mengatakan, UKM Kota Cirebon sedang berkembang dan banyak permintaan dari dinas-dinas untuk dipamerkan. “UKM kita banyak permintan dari dinas lain. Pasar pameran ini rebutan. Diminta untuk ikut di pamerkan. Seperti dari Disnakertrans yang dari pelatihan sampai dengan ikut pameran. Perkembangan UKM Alhamdulillah sangat maju,” katanya.

Jupri menyebut, ada 2518 UKM di Kota Cirebon. Dengan berbagai produk atau olahan yang mengedepankan kekhasan lokal. Beragam kategori terbagi, dari jumlah UKM yang ada. Selain dinas, Kementrian juga ikut meminta UKM di pamerkan. “Kementerian juga minta tenda dan isi produk UKM untuk dipamerkan,” tuturnya.

Ya, produk lokal khas Cirebon masih menjadi unggulan. Paling menawan adalah makanan. Sega lengko, sega jamblang, empal gentong, tahu gejrot, sudah sangat melegenda. Tugas pemerintah daerah, hingga tinggal bagaimana mengengemas dan mempromosikan.

“Kemudian saat ini batik sedang kita rintis. Kebanyakan kuliner dengan kaos. Termasuk sampolai juga banyak dinantikan. Intinya produk local khas Cirebon. Karena yang terpenting bagi kita adalah produk lokal dan mempunyai izin,” ungkapnya.

Izin yang dimaksud, seperti izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) atau mencantumkan label halal. Jika ada yang tidak mengerti mengurus izin tersebut, Jupri menganjurkan untuk mendatangi RW atau kelurahan setempat. “Kemudian baru ke saya atau dinas. Kumpulkan dulu datanya di RW atau kelurahan,” bebernya. (ade)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait