Panglima TNI Sebut Smartphone Musuh Kesatuan Bangsa 

Panglima-TNI-Musuh-Ada-di-Tangan-Santri
WASPADA HOAX: Panglima TNI menghadiri silaturahmi kebangsaan di Ponpes Khas Kempek, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (26/1). FOTO: ADE GUSTIANA/ RADAR CIREBON

CIREBON – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, musuh yang mengganggu ketentraman negara ada di genggaman tangan. Ya, musuh yang dimaksud adalah smartphone.

Hal itu disampaikan saat menghadiri silaturahmi kebangsaan di Ponpes Khas Kempek, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (26/1). Hadi mengatakan, untuk menjadi negara yang kuat, dibutuhkan komitmen, persatuan dan kesatuan masyarakat.

Dirinya juga menengarai, bibit-bibit yang mengganggu keutuhan NKRI, semakin bermunculan. Seperti dengan menyebarkan berita hoax atau konten bohong, melalui media sosial.

“Bibit-bibit untuk mengganggu negara kita, itu ada. Musuh itu ada di tangan santri, santriwati, dan ibu-ibu semua. Bentuknya adalah smartphone,” sebutnya.

Panglima menuturkan, hoax adalah informasi yang dimuat secara tidak utuh, sengaja disebarkan untuk menghasut masyarakatnya. Hal itu adalah ancaman bagi keutuhan NKRI.

“Saya ingin mengingatkan, salah satu cara menjaga NKRI adalah dengan merapatkan barisan, menyamakan visi, untuk keutuhan NKRI,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Khas Kempek KH Muhammad Musthofa Aqil Siradj mengatakan, para kiai pondok pesantren dari berbagai disiplin ilmu, sangat siap membantu panglima TNI untuk menjaga keutuhan dan menciptakan Indonesia yang tentram di bawah Pancasila dan NKRI.

“NU harus bisa mengayomi orang sejagat. Bersama NU siapa pun aman, tentram, nyaman. Agama apa pun, dan suku apa pun,” terangnya. (ade)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait