Para Pakar Sebut Kembangkan Selter Perlu Komitmen

Shelter Pujabon di Jl Dr Cipto Mangunkusumo masih belum berpenghuni. FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
Shelter Pujabon di Jl Dr Cipto Mangunkusumo masih belum berpenghuni. FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Untuk bisa maju, pengembangan selter sebagai area relokasi pedagang kaki lima (PKL) membutuhkan komitmen pemerintah daerah. Termasuk untuk Selter Pusat Jajanan Cirebon (Pujabon) yang terus mengalami pasang surut.

Pakar Ilmu Komunikasi IAIN Syekh Nur Jati Dr Arief Rachman MSi menilai, sepinya selter disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti lokasi dan akses yang dipilih. Kemudian konten yang disediakan dan bagaimana mengemasnya.

Yang tidak kalah penting, bagaimana pemerintah mempromosikannya. Dan, untuk menentukan konten, juga aspek lainnya, tidak bisa diserahkan sepenuhnyakepada pengelola selter. “Keunikan dari apa yang di jual oleh para pedagang? Sebisa mungkin dibuat berbeda mulai dari produk hingga pengemasannya. Di sini pemerintah perlu memgambil peranan,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Minggu (22/9).

Kemudian disarankan Arief adalah menjalankan agenda rutin yang mampu menarik minat pengunjung untuk datang. Seperti menggabungkan kegiatan kuliner dengan kesenian tradisional khas daerah. Pantauan Radar Cirebon, Selter Pujabon kembali tutup. Gerbang berwarna merah terlihat di gembok. Sebelumnya, sejumlah akademisi hingga praktisi telah memberikan saran terkait pengembangan selter agar maju dan ramai pembeli.

“Kalau kalah saing dengan Cafe Markas, sebaiknya digabung aja. Tembok pembatas Selter Pujabon dan Markas, dijebol. Jadi ketika pengunjung ke café markas, juga akan mengarah ke selter,” ungkap Akademisi Ekonomi UGJ, Moh Yudi Mahadianto SE MM.

Yudi setuju Selter Pujabon perlu konten. Dirasanya saat ini tidak memiliki pemikat. Desain kursi di dalamnya yang memanjang, membuat cepat bosan dan terkesan biasa-biasa saja. Berbicara soal rasa, tentu sulit untuk menjadi satu-satunya penopang. Mengingat hal itu merupakan selera masing-masing orang. “Yang terpenting konsep dan design untuk memikat pengunjung agar datang dan kembali membeli,” katanya. (ade)

Berita Terkait