Pasaleman Dinilai Cocok untuk Destinasi Wisata Kabupaten Cirebon

ILUSTRASI-WISATAWAN

CIREBON-Camat Pasaleman R Kaenudin mengaku belum mengetahui terkait rencana pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di wilayahnya.

“Sama sekali belum ada koordinasi baik dari Dinas Lingkungan Hidup, maupun Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman, dan Pertamanan (DPKPP) Kabupaten Cirebon,” ungkapnya kepada Radar Cirebon saat menghadiri Musrenbang di salah satu hotel di kawasan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Lebih lanjut, dikatakan Kaenudin, kawasan Pasaleman lebih cocok dijadikan tempat wisata. Hal itu, lantaran di Dusun Singkup Desa Tonjong, Kecamatan Paselaman terdapat bukit Kalban. “Bukit Kalban ini layaknya hamparan padang rumput menyerupai bukit Teletubis. Cocoknya itu dijadikan tempat wisata,” ujar Kaenudin.

Menurutnya, kehadiran TPA seringkali menimbulkan dilema. TPA dibutuhkan, tetapi sekaligus tidak diinginkan kehadirannya. Kegiatan TPA, sambungnya, akan menimbulkan dampak gangguan antara lain kekumuhan, kebisingan, ceceran sampah, debu, bau, dan binatang pembawa penyakit. “Kalau TPA kan identik dengan kumuh. Saya rasa masih ada tempat yang cocok yang bisa dijadikan TPA, mungkin kalau tempat pengelolahan sampah itu lebih baik,” kata Kaenudin.

Dikatakannya, untuk meminimalkan dampak negatif dari TPA dan hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, maka di dalam merencanakan lokasi yang akan dipergunakan sebagai TPA sampah sebaiknya memperhatikan dan melakukan penilaian kelayakan dari calon lokasi TPA.

“Lokasi TPA yang tepat, pengelolaan sampah yang tepat, dan sarana prasarana pendukung TPA yang memadai akan membawa dampak positif terhadap pelestarian lingkungan, kesehatan, bernilai ekonomis dan memperpanjang umur pelayanan TPA,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon Drs Hartono MM mengakui, bukit Kalban akan masuk dalam detail engineering design (DED) pada tahun 2020.

“Saya setuju bukit Kalban Pasaleman dijadikan tempat wisata di Cirebon Timur, karena mamandang potensi alamnya yang begitu indah. Rencana dijadikan tempat wisata ini akan masuk DED pada 2020,” kata Hartomo. (via)