Pasang Kavling untuk Open Bidding, Ditanya Mutasi, Wawali Menghela Napas

mutasi-pejabat

CIREBON–Langsung menghela napas. Begitulah respons pertama Wakil Walikota, Dra Hj Eti Herawati saat dihubungi Radar Cirebon, Kamis (11/7) petang. Ia memang tengah berada di Jakarta untuk mewakili Pemerintah Kota Cirebon menghadiri sebuah acara.

Melalui sambungan telepon Eti menepis isu yang seharian santer terdengar. Kabarnya, ada ketidaksepahaman komposisi pejabat yang dilantik khususnya di eselon II. Ditegaskannya, pembahasan mutasi sudah dilakukan jauh-jauh hari bersama walikota, sekretaris daerah dan badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat).

Sehingga, pejabat yang dimutasi dan promosi adalah hasil keputusan bersama. “Saya sedang di Jakarta. Alhamdulillah acara mutasi berjalan dengan lancar. Semoga pejabat yang diamanahkan bisa melaksanakannya dengan baik,” kata Eti.

Sementara itu, spekulasi terkait komposisi pejabat eselon II di era kepemimpinan Walikota Drs H Nashrudin Azis SH, dikabarkan belum sepenuhnya tersusun. Orang-orang ”terpilih” versi E1, baru akan muncul setelah open bidding dihelat.

Posisi yang dibuka lewat lelang jabatan tersebut diantaranya, Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR), dan Inspektorat.

Kemudian pada tahap kedua akan dihelat seleksi terbuka untuk posisi Asisten Daerah Administrasi Umum dan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMPPKB). Untuk dua posisi ini dilelangkan tahap kedua karena Ir Vicky Sunarya dan Dra Hj Deane Dewi Ratin baru memasuki masa pensiun di tahun ini.

Di kalangan aparatur sipil negara (ASN), mutasi ini ibarat memasang kavling untuk promosi eselon II. Dari sekian banyak posisi kosong di tingkat kepala dinas, ada jabatan krusial yang disorot. Sebut saja disdik yang baru saja mempromosikan Odik SPd MPd sebagai sekretaris.

Sudah lama kencang berhembus, Odik bakal menjadi salah satu peserta open bidding untuk posisi kadisdik. Bahkan di dua edisi open bidding sebelumnya, mantan kepala Bidang Pendidikan Non Formal tersebut pernah menjadi peserta. Namun gugur di tahap pertama seleksi. Sementara Drs H Adin Imaduddin Nur MSi pulang kampung ke DKOKP menjadi sekretaris. Adin punya kans untuk promosi eselon II di dinas tersebut.

Walikota, Drs H Nashrudin Azis SH juga sudah merencanakan menghelat open bidding secepatnya. Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah Drs H Asep Deddi MSi dan Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) untuk segera membentuk panitia seleksi (pansel). “Saya kira Juli ini harusnya sudah selesai. Ada 8 jabatan yang kosong di eselon II yang memang harus dilakukan open bidding,” tuturnya, selepas pelantikan di Hotel Prima.

Bila ini berjalan sesuai rencana, diprediksi Agustus mendatang, mutasi kembali dilaksanakan sebagai penyesuaian atas adanya 8 pejabat yang promosi ke eselon II. Ia pun memahami, dalam rotasi ini pasti ada ketidakpuasan. Tetapi pemindahtugasan baik yang bersifat promosi maupun perpindahan tempat kerja merupakan hal yang wajar. Setiap pejabat yang dikukuhkan dan dilantik juga diminta untuk memahami tugas, tanggung jawab dan wewenang pada jabatan yang dipercayakan kepadanya.

“Mutasi salah satu tujuannya penyegaran, selain itu memang merupakan suatu kebutuhan. Kita juga ingin mendorong peningkatan produktivitas dan profesionalisme,” tandasnya, sembari terburu-buru meninggalkan ruangan karena harus menuju Kuningan untuk menghadiri acara Kopdar dengan Gubernur Jabar. (gus)