Pasca Kecelakaan Maut, Jalur Tol Cipularang Dibersihkan dari Material Tanah

Petugas Tol Cipularang dan Polisi melakukan pembersihan di lokasi terjadinya kecelakaan maut. FOTO: FIN
Petugas Tol Cipularang dan Polisi melakukan pembersihan di lokasi terjadinya kecelakaan maut.FOTO: FIN

PURWAKARTA-Setelah kecelakaan maut di Tol Cipularang, petugas melakukan pembersihan jalur dari material yang didominasi tanah akibat dua truk pengangkut tanah yang juga terlibat tabrakan. Proses pembersihan dilakukan setelah kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Sudah beres (evakuasi, red), mobil sudah dipindahkan,” Kasatlantas Polres Purwakarta AKP Ricki Adipratama.

Setelah proses evakuasi dan pembersihan jalur tuntas seluruhnya, secara bertahap pihak kepolisian melakukan penormalan arus lalu lintas. Menurut Ricki, penormalan arus lalu lintas akan dilakukan secara bertahap. Hingga tadi malam pihaknya masih memberlakukan contra flow ke arah Jakarta dengan menggunakan satu lajur jalan yang mengarah ke Bandung. “Nanti secara bertahap dilakukan penormalan jalur. Saat ini (tadi malam) masih dilakukan contra flow,” katanya.

Ya, jalan Tol Cipularang diselimuti tanah akibat dua truk pengangkut tanah terlibat insiden itu. Dua truk tersebut mengalami kerusakan dan tersungkur ke tepian jalan tol. Petugas Jasa Marga dan polisi pun harus berjibaku melakukan evakuasi terhadap dua truk tersebut. “Tanah (yang menyelimuti jalan) ini dari dua truk,” kata GM PT Jasa Marga AJ Dwi Winarsa.

Untuk membantu membersihkan jalan, pihaknya mengerahkan sedikitnya dua alat berat ekskavator serta enam mobil derek yang juga membantu evakuasi kendaraan lain. “Sekitar 20 petugas dikerahkan untuk pembersihan dan kita turunkan tiga mobil tangki air,” katanya.

Pembersihan tersebut, kata dia, dilakukan setelah seluruh korban jiwa maupun korban luka dievakuasi. Dengan proses pembersihan tersebut, pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas contra flow ke arah Jakarta di sekitar lokasi kejadian. Dengan demikian, kendaraan yang mengarah ke Jakarta mengalami antrean panjang hingga kurang lebih 7 kilometer. (rls/ful/fin)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait