PBSI Kesulitan Mencari Tunggal Putri

Gregoria Mariska Tunjung
Gregoria Mariska Tunjung sulit berkembang saat ini untuk mendunia. FOTO: PBSI.COM

JAKARTA – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kesulitan mencari atlet tunggal putri yang memiliki jiwa petarung. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susi Susanti.

Menurut mantan pebulutangkis nasional itu, saat ini tunggal putri menjadi sektor yang paling tertinggal dibanding empat nomor lainnya. Seperti tunggal putra, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran di pemusatan latihan nasional (pelatnas) Cipayung, Jakarta Timur.

“Saat ini, tunggal putri yang memang harus ekstra kerja keras,” ungkap Susi di situs resmi PBSI.

Meski demikian, peraih emas Olimpiade Barcelona itu masih terus berjuang demi mengejar ketertinggalan dari Negara lain. “Sebenarnya kita berharap besar kepada Gregoria Mariska Tunjung untuk menjadi andalan. Namun, Gregoria belum bisa konsisten,” ungkapnya.

Ada beberapa pemain yang sudah memiliki persiapan begitu bagus saat latihan. Namun disayangkan, pemain-pemain tersebut tak mampu mengeluarkan kemampuannya saat menjalani pertandingan. Hal itu kini tidak membuat PBSI bosan memotivasi para pemain tunggal putri.

Susi memberi motivasi kepada pemain untuk menganggap setiap pertandingan itu sebagai perang. Dalam setiap peperangan, harus ada perlawanan yang membuat lawan mati. Dia mengatakan, kebiasaan pemain yang terlalu pasrah bisa menjadi hambatan di lapangan.

“Saat berada di dalam lapangan itu, kita harus kejar bola ke mana pun, mungkin terlihat sepele, namun itu akan menjadi kebiasaan. Mindset dan sikap atlet harus diubah,” jelasnya.

Susi megakui bahwa evaluasi yang akan dilakukan terhadap tim tunggal putri bakal memakan waktu tidak sebentar.

Menuruntnya, progres tunggal putri masih berada di kisaran 20-30 persen. Kurangnya materi pemain, menyebabkan hal tersebut. (mid)