PDAM Indramayu Droping 40 Ribu Liter Air Bersih Sehari

PDAM-INDRAMAYU
DISTRIBUSI AIR BERSIH: Mobil tangki PDAM TDA Cabang Kandanghaur mendroping air bersih pasca kerusakan BKHR 4A SS Kandanghaur, Kamis (27/6). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Pelayanan distribusi air PDAM Tirta Darma Ayu Cabang Kandanghaur masih belum berjalan normal hingga Kamis (27/6). Minimnya volume air yang digelontorkan melalui Saluran Sekunder (SS) Kandanghaur, membuat suplai air baku ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Babakan Jaya tak kunjung terisi.

Sambil menunggu ketersediaan air baku, PDAM masih terus mendroping air bersih khususnya kepada ribuan pelanggan di 2 wilayah kecamatan terdampak, yakni Kandanghaur dan Gabus Wetan. Dalam sehari dua armada tangki PDAM dengan masing-masing berkapasitas 4 ribu liter air, diterjunkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.

“Sudah beroperasi sejak terjadinya gangguan. Sehari bisa 10 rit, artinya sekitar 40 ribu liter air bersih yang rutin disalurkan ke warga. Droping akan dilakukan sampai air ke pelanggan kembali normal,” kata Kepala Cabang Kandanghaur PDAM TDA Indramayu, Hendra Rose S kepada Radar Indramayu, Kamis (27/6).

Tak hanya kepada pelanggan, bantuan air bersih PDAM juga disalurkan ke masyarakat yang terdampak kekeringan maupun lembaga-lembaga publik seperti puskesmas. Terbatasnya armada, waktu, tenaga, luasnya wilayah dan banyaknya pemohon, diakui Hendra Rose membuat droping air bersih dari PDAM tidak tersebar merata.

Apalagi, sumber air bersih yang disalurkan ke masyarakat mengambil dari lokasi yang cukup jauh yakni Indramayu Kota dan Kecamatan Anjatan. Tak hanya itu, armada tangki PDAM juga kerap diminta untuk ambil bagian dalam mendukung kegiatan-kegiatan bakti sosial yang diadakan dinas maupun instansi.

Sehingga kerap muncul keluhan dari masyarakat seolah PDAM hanya berpangku tangan. “Saya tegaskan, kami tidak tinggal diam. PDAM selalu merespons permohonan droping air bersih dari siapapun. Tapi mohon maaf, kami juga ada keterbatasan. Teman-teman supir ini sampai jam 12 malam baru bisa istirahat. Besoknya lagi dilanjut,” terangnya.

Sisi lain, ungkap Hendra, banyak pemohon yang tidak siap menyediakan tempat penampungan khusus seperti bak terpal darurat untuk menampung droping air bersih dari mobil tangki PDAM. Ketidaksiapan ini membuat pembagian air bersih dilakukan secara manual, yakni dikucur ke setiap jeriken maupun ember yang jumlahnya mencapai ratusan.

“Hemat kami kalau tempat penampungannya disediakan, air dari mobil tangki langsung digelontor ke situ. Pembagiannya silakan diatur oleh pemohon. Ini supaya mobil tangki bisa cepat mengambil air bersih lagi untuk dikirim ke tempat lain yang juga membutuhkan,” terangnya.

Hendra menambahkan, pasca kejadian rusaknya BKHR 4A pada Sabtu (8/6) lalu, PDAM TDA Cabang Kandangahur melakukan perawatan IPA Babakan Jaya termasuk pemanasan mesin pompa, genset, bak produksi, sampai pipa-pipa distribusi dari lumpur dan pasir yang menumpuk.

Perawatan ini dilakukan, guna memastikan kualitas serta pasokan air bersih berjalan lancar saat ketersediaan air baku kembali normal. Kendati tidak beroperasi, pemanasan rutin perlu dilakukan karena instalasi pengolahan air menggunakan mesin-mesin pompa untuk proses produksi dan distribusinya.

Sejalan dengan itu pula, PDAM TDA Cabang Kandanghaur sudah dan terus melakukan sosialisasi maupun informasi secara masif terkait berhentinya pelayanan karena terdampak kerusakan BKHR 4A.

“Setiap waktu kita selalu informasikan perkembangan kegiatan PDAM Cabang Kandanghaur. Karena prinsipnya bukan hanya pelanggan PDAM, kita juga sebagai konsumen PJT II juga terkena imbasnya,” ujarnya.

Kepada para pelanggan, Hendra juga berharap, memberikan informasi dengan segera jika mengetahui ada kerusakan water meter maupun jaringan pipa distribusi yang mengalami kebocoran. Tidak menyedot air menggunakan mesin apalagi dengan sengaja membongkar water meter.

Untuk diketahui, air irigasi Saluran Sekunder (SS) Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, akhirnya mengalir, Kamis (27/6). Kembalinya aliran air, menyusul tuntasnya perbaikan darurat bangunan BKHR 4A di Desa Wanguk, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, yang mengalami dua kali jebol. Artinya, PDAM juga akan kembali normal pasca SS Kandanghaur kembali mengalir. (kho)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait